Baca Juga: Sopir Angkot Psikopat, Perkara Sepele Guyur Bensin dan Bakar Rekan Seprofesi di Dalam Mobil
Maka dari itu Dodi berharap Wali Kota Depok bisa memberikan kebijakan terkait permasalahan ini.
Sebab menurutnya selama ini angkot ini selalu penuh penumpang dan jadi pilihan banyak pengguna transportasi umum yang tidak ingin keluar ongkos double untuk naik ojol atau transit menggunakan angkot lain.
"Para sopir juga punya keluarga, kalau angkotnya tidak lagi beroperasi mereka belum dapat perkerjaan baru," katanya.
Sementara Kasi Angkutan Penumpang Dalam Kota Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok, Mathaeous Ericson Siahaan, membenarkan penghentian operasional itu.
Pemerintah Kota (Pemkot) Depok memastikan layanan di rute tersebut tetap akan dilanjutkan dengan konsep baru yakni dengan penggantian armada kendaraan listrik.
"Untuk skema secara teknis sama, jalur trayek D10A Terminal Depok–Terminal Jatijajar via GDC (Grand Depok City) dengan kendaraan lebih ramah lingkungan atau go green, ber-AC dan ada CCTV," ujar saat dikonfirmasi, (3/5/26) mengutip Kompas.com.
Sementara itu, Kepala Bidang Angkutan Dishub Kota Depok, Aan Syurahman, mengatakan penggunaan armada listrik diharapkan dapat menekan biaya operasional sehingga tarif bisa lebih murah.
"Artinya selama ini dengan menggunakan bahan bakar fosil, biaya operasionalnya terlalu tinggi. Nah, sekarang mudah-mudahan nanti tarifnya bisa flat Rp 5.000," ujarnya dikutip dari akun Instagram @pemkotdepok, Minggu.