GridOto.com - Kenaikan harga BBM belum begitu berpengaruh terhadap penjualan mobil bekas listrik.
Adopsinya di segmen mobil bekas masih tergolong rendah.
Hingga saat ini, belum banyak showroom mobil bekas yang berani menjual unit electric vehicle (EV).
Founder sekaligus CEO Otospector, Jeffrey Andika, mengatakan bahwa secara populasi, mobil listrik bekas di pasar masih terbatas.
“Memang sudah mulai ada beberapa showroom yang jual EV bekas, tapi jumlahnya masih sedikit. Secara populasi belum terlalu banyak,” ujar Jeffrey di Jakarta Utara belum lama ini.
Menurutnya, salah satu faktor utama yang membuat pelaku usaha masih menahan diri adalah dari sisi pembiayaan atau leasing.
Tidak semua perusahaan pembiayaan saat ini bersedia memberikan kredit untuk mobil listrik bekas.
“Salah satu kendalanya itu di pembiayaan. Masih ada leasing yang belum mau biayai mobil EV. Mereka juga hati-hati karena harga EV ini cenderung cepat berubah,” jelasnya.
Ia menambahkan, kekhawatiran terbesar berasal dari ketidakpastian nilai jual kembali mobil listrik dalam beberapa tahun ke depan.
Baca Juga: Damkar Dituntut Upgrade Skill, Wajib Siapkan SOP Khusus Tangani Kebakaran Mobil Listrik
“Leasing takut, misalnya mereka biayai sekarang, lalu dalam dua tahun unitnya ditarik, nilainya sudah turun jauh dan tidak sesuai prediksi. Itu yang bikin mereka masih wait and see,” lanjut Jeffrey.
| Editor | : | Hendra |
KOMENTAR