GridOto.com – Xpeng terus mengembangkan teknologi berkendara otonomnya, termasuk sistem terbaru bernama VLA 2.0.
Namun, pertanyaan besarnya, apakah teknologi ini bisa digunakan di luar Cina dengan kondisi jalan dan lalu lintas yang berbeda-beda di tiap negara?
Saat ditanya tentang hal tersebut, He Xiaopeng, Chairman and CEO Xpeng, menjelaskan bahwa ekspansi teknologi autonomous driving ke pasar global sebenarnya sudah masuk dalam rencana perusahaan.
Bahkan, mulai kuartal keempat tahun ini hingga kuartal kedua tahun depan, mereka menargetkan peningkatan kapasitas penjualan di berbagai negara.
Meski begitu, implementasi teknologi tersebut tidak bisa dilakukan secara instan.
Xiaopeng menegaskan, penerapan di tiap negara tetap harus menyesuaikan kebijakan serta regulasi lokal yang berlaku.
“Realisasi di setiap negara bergantung pada regulasi setempat. Tapi kalau aturan sudah siap, teknologi kami bisa diterapkan secara luas,” ungkap perwakilan Xiaopeng saat ditemui di Auto China 2026.
Saat ini, Xiaopeng juga melihat bisnisnya mulai berkembang ke lebih banyak negara, seiring meningkatnya minat terhadap kendaraan listrik dan fitur otonom.
Untuk tahap awal, Ia menyiapkan dua pendekatan untuk pasar global.
Baca Juga: Bukan GX, Ini Mobil Xpeng yang Berpotensi Masuk ke Indonesia
| Editor | : | Naufal Nur Aziz Effendi |
KOMENTAR