GridOto.com - Layanan angkutan kota (Angkot) AC Depok resmi berhenti beroperasi mulai 2 Mei 2026.
Informasi ini diumumkan lewat media sosial PT Comuter Anak Bangsa (CAB).
Bahkan di sisa-sisa harinya beroperasi disematkan pula selembaran pengumuman di kabin mobil.
Paling bikin sedih, sopir-sopir yang bertugas juga berpamitan kepada penumpang yang menggunakan layanan angkot AC ini.
Dodi, Koordinator Lapangan PT CAB membenarkan bila layanan angkot AC atau D10A akan berhenti beberapa hari lagi.
Dirinya berharap bila layanan ini juga ada bantuan dari Pemerintah Kota Depok agar tetap beroperasi.
"Angkot ini swasta murni. Kalau ada kerjasama misalnya subsidi. Subsidi kan tidak semuanya berupa uang. Bisa saja dari KIR atau dari pajak," katanya di Terminal Jatijajar, (29/4/26) melansir Kompas.com.
Lebih jauh, pengehentian operasional angkot AC Depok ini juga terungkap surat yang diunggah akun media sosial PT CAB.
Dalam surat itu disebutkan layanan Mikrotrans Depok D-10A mengalami kerugian sejak mulai beroperasi pada Juli 2023 akibat sepinya penumpang.
Kondisi tersebut membuat operator memutuskan menghentikan sementara operasional trayek D-10A.
Baca Juga: Sopir Angkot Psikopat, Perkara Sepele Guyur Bensin dan Bakar Rekan Seprofesi di Dalam Mobil
Maka dari itu Dodi berharap Wali Kota Depok bisa memberikan kebijakan terkait permasalahan ini.
Sebab menurutnya selama ini angkot ini selalu penuh penumpang dan jadi pilihan banyak pengguna transportasi umum yang tidak ingin keluar ongkos double untuk naik ojol atau transit menggunakan angkot lain.
"Para sopir juga punya keluarga, kalau angkotnya tidak lagi beroperasi mereka belum dapat perkerjaan baru," katanya.
Sementara Kasi Angkutan Penumpang Dalam Kota Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok, Mathaeous Ericson Siahaan, membenarkan penghentian operasional itu.
Pemerintah Kota (Pemkot) Depok memastikan layanan di rute tersebut tetap akan dilanjutkan dengan konsep baru yakni dengan penggantian armada kendaraan listrik.
"Untuk skema secara teknis sama, jalur trayek D10A Terminal Depok–Terminal Jatijajar via GDC (Grand Depok City) dengan kendaraan lebih ramah lingkungan atau go green, ber-AC dan ada CCTV," ujar saat dikonfirmasi, (3/5/26) mengutip Kompas.com.
Sementara itu, Kepala Bidang Angkutan Dishub Kota Depok, Aan Syurahman, mengatakan penggunaan armada listrik diharapkan dapat menekan biaya operasional sehingga tarif bisa lebih murah.
"Artinya selama ini dengan menggunakan bahan bakar fosil, biaya operasionalnya terlalu tinggi. Nah, sekarang mudah-mudahan nanti tarifnya bisa flat Rp 5.000," ujarnya dikutip dari akun Instagram @pemkotdepok, Minggu.
Ia juga meminta masyarakat tidak khawatir karena layanan akan kembali berjalan dalam waktu dekat.
"Masyarakat bisa tenang dulu, ini akan terhenti sementara secara operasionalnya dan akan segera bergulir untuk angkutan listriknya dalam waktu dekat," kata Aan.
Baca Juga: Angkot AC Depok Resmi Undur Diri, Ini yang Terjadi Sebenarnya
Saat ini, rencana pengoperasian armada listrik tersebut masih dalam tahap administrasi sebelum kembali diluncurkan.
Diketahui, angkot AC Depok atau D10A dikelola oleh pihak swasta yakni PT CAB yang tujuannya untuk peremajaan angkutan.
Pengoperasiannya bersifat swasta murni dan bukan angkutan bersubsidi pemerintah.
Angkot dengan basis Wuling Confero S tersebut beroperasi dengan sistem modern atau cashless.
Rute angkot AC ini melayani Terminal Depok ke Terminal Jatijajar atau sebaliknya.
Tarif angkot AC ini pada awalnya adalah Rp 1.000, namun terakhir naik menjadi Rp 9.000.
Di sisi lain, bila tarif terus dinaikkan untuk menanggung operasional, dikhawatirkan penumpang akan berkurang.