Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Uji Coba Toyota HiAce Listrik Bertransmisi Matik di Semarang, Wira-wiri Antar Penumpang Gratis 3 Bulan

Irsyaad W - Jumat, 24 April 2026 | 18:30 WIB
Toyota HiAce listrik yang menjadi Feeder Trans Semarang milik PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk yang diuji coba di Semarang, Jawa Tengah
Titis Anis Fauziyah/Kompas.com
Toyota HiAce listrik yang menjadi Feeder Trans Semarang milik PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk yang diuji coba di Semarang, Jawa Tengah

Baca Juga: Presiden Prabowo Resmikan Pabrik Bus dan Truk Listrik VKTR di Magelang, Optimis Punya Merek Sendiri

Ia juga hanya memerlukan sekitar dua hingga tiga hari untuk menyesuaikan diri dengan HiAce listrik tersebut.

Dari sisi operasional, bus feeder listrik memiliki daya tempuh sekitar 300 kilometer dalam sekali pengisian.

Pengisian daya baterai pun relatif singkat, yakni sekitar satu jam lebih.

Selama satu bulan pengoperasian di Koridor 6, Taufik menyebut tingkat keterisian penumpang cukup tinggi, terutama pada jam sibuk di lingkungan kampus Unnes.

"Biasanya ramai saat pagi bareng orang berangkat kerja dan mahasiswa kuliah. Jam pulang juga lumayan ramai," bebernya.

Kini layanan feeder listrik masih dalam tahap uji coba dan digratiskan untuk penumpang hingga akhir April 2026.

Setelah masa uji coba berakhir, tarif akan kembali normal, yakni Rp 4.000 untuk umum dan Rp 1.000 bagi pelajar serta lansia.

"Kalau kapasitasnya, bus feeder listrik maksimal mengangkut sekitar 17 penumpang, lebih sedikit dibandingkan feeder konvensional yang bisa sampai 20 orang," imbuhnya.

Kemudian salah seorang penumpang, Lina mengaku senang dengan adanya penambahan armada feeder dan bus listrik di Trans Semarang.

Pasalnya selama ini armada bus Trans Semarang dikenal usang dengan fasilitas tak layak dan perlu peremajaan.

Baca Juga: Tak Cuma Bus, Pabrik VKTR yang Baru Diresmikan Prabowo Juga Produksi Kendaraan Ini

"Seneng akhirnya ini (feeder) ada yang lebih nyaman," ujar mahasiswa Unnes ditemui di halte.

Sementara itu, VKTR bersama Laksana terus mendorong transformasi transportasi publik melalui rangkaian uji coba bus listrik di berbagai koridor strategis di Semarang.

Program ini dicoba dalam tiga fase dengan tiga armada yang berbeda, mulai dari bus listrik 12 meter di Koridor 1, bus medium 8 meter di Koridor 5, hingga feeder listrik 6 meter.

Direktur dan Chief Operational Officer VKTR, V Bimo Kurniatmoko, menyoroti adopsi kendaraan listrik tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi melalui penguatan industri lokal.

"Dari sisi pengguna, bus listrik dinilai menawarkan perjalanan yang lebih senyap dan minim getaran sehingga meningkatkan kenyamanan selama perjalanan," tutur Bimo.

Dengan respons positif dari masyarakat dan pramudi, uji coba ini akan menjembatani elektrifikasi transportasi publik yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan di Indonesia

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa