GridOto.com - Program mandatori biodiesel B50 yang resmi berlaku secara nasional mulai 1 Juli 2026 dinilai membawa sejumlah manfaat bagi Indonesia.
Mulai dari memperkuat ketahanan energi hingga mengurangi ketergantungan impor bahan bakar minyak (BBM).
Namun di balik manfaat tersebut, Komite Penghapusan Bensin Bertimbel (KPBB) mengingatkan bahwa penggunaan B50 juga memiliki sejumlah dampak yang perlu menjadi perhatian, khususnya terhadap performa mesin diesel.
Hal itu disampaikan dalam acara Clean Fuel Talk: Antara Manfaat dan Mudarat B50 yang digelar KPBB di Jakarta, Jumat (3/7/2026).
Direktur Eksekutif KPBB, Ahmad Safrudin, mengatakan penggunaan kandungan biodiesel berbasis minyak sawit atau Fatty Acid Methyl Ester (FAME) yang tinggi berpotensi memengaruhi performa mesin diesel.
Khususnya jika digunakan pada kendaraan diesel berstandar emisi Euro 4.
"Kajian dari Lemigas terjadi penurunan performa engine kendaraan. Daya maksimalnya turun, torsinya juga turun," ujar pria yang akrab disapa Puput Jumat (3/7/2026).
Ia menambahkan, penurunan performa tersebut akibat sejumlah komponen mesin yang mengalami masalah.
"Nah dampaknya yang sudah kita bahas dari fuel pump terjadi problem, injector problem, EGR problem. Nah itu kurang lebih dampaknya kalau kita lihat," lanjutnya.
Baca Juga: B50 Diklaim Aman, Pengujiannya Libatkan Toyota hingga Mitsubishi
| Editor | : | Panji Nugraha |
KOMENTAR