Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

RSA Sebut Kemacetan Tidak Selalu Disebabkan Banyaknya Kendaraan, Ini Penyebabnya

M. Adam Samudra - Selasa, 7 Juli 2026 | 14:30 WIB
Ilustrasi Macet di tol
Ntmc
Ilustrasi Macet di tol

GridOto.com - Kemacetan di jalan tol tidak selalu disebabkan oleh tingginya jumlah kendaraan.

Road Safety Association (RSA) Indonesia menilai, gangguan kecil dalam arus lalu lintas justru dapat berkembang menjadi gelombang kemacetan (phantom traffic jam) yang berdampak pada ribuan kendaraan.

Ketua Road Safety Association (RSA) Indonesia, Rio Octaviano, mengatakan perbedaan kecepatan antarkendaraan (speed gap), kendaraan yang melaju di bawah batas kecepatan minimum (under speed), hingga pengemudi yang terlalu lama menggunakan lajur mendahului (lane hogger) menjadi faktor yang sering diabaikan.

"Jangan selalu menyalahkan jumlah kendaraan setiap kali terjadi kemacetan. Sudah saatnya manajemen lalu lintas menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar penonton yang menyaksikan kemacetan terjadi," ujar Rio Octaviano dalam keterangan resminya, Kamis (3/7/2026).

Rio mengapresiasi langkah operator jalan tol yang telah memanfaatkan teknologi untuk mendeteksi kendaraan yang melaju melebihi batas kecepatan (over speed).

Namun menurutnya, pengelolaan lalu lintas yang baik tidak boleh hanya berfokus pada kendaraan yang melaju terlalu cepat.

"Kalau teknologi mampu mendeteksi kendaraan yang melaju terlalu cepat, seharusnya juga mampu mendeteksi kendaraan yang melaju di bawah batas kecepatan minimum, kendaraan yang terlalu lama menggunakan lajur mendahului, serta kondisi speed gap yang berpotensi menimbulkan risiko keselamatan dan kemacetan," kata Rio.

Menurut Rio, pemerintah memang masih menghadapi tantangan dalam penanganan kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL) yang menjadi salah satu faktor penghambat kelancaran arus lalu lintas.

Meski demikian, kondisi tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan manajemen lalu lintas yang lebih baik.

Baca Juga: Terbongkar! Ini Duduk Perkara Bang Jago Jagakarsa Tampol dan Tantang Pemotor

Ia mendorong operator jalan tol mengoptimalkan pemanfaatan CCTV, sistem pemantauan lalu lintas, serta meningkatkan peran petugas patroli, baik dari operator jalan tol maupun Patroli Jalan Raya (PJR).

Editor : Dida Argadea

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa