Skenario cuaca hujan deras, berkabut, hingga salju yang diciptakan ketika mobil dihadapkan dalam kondisi tersebut sistem keselamatan aktif Geely tetap bisa bekerja dengan baik untuk mendeteksi halangan dan membaca situasi jalan.
Dalam kunjungan ini juga turut didemonstrasikan secara langsung crash test menggunakan model ZEEKR 7X untuk membuktikan keberhasilan dari riset pengembangan mobil terhadap keamanan dan keselamatan dari tabrakan.
Demonstrasi dilakukan dengan uji tabrak pada bagian belakang mobil dalam kecepatan 84 km/jam, dan hasilnya cukup mencengangkan.
Berkat arsitektur sasis SEA yang bisa mereduksi energi benturan secara optimal, hanya bagian pintu bagasi dan bemper yang remuk sementara tidak ada kerusakan pada kaca belakang yang menghadapi tabrakan secara frontal.
Kekhawatiran terhadap risiko terbakar akibat benturan pada mobil listrik juga tidak ditemukan pada ZEEKR 7X yang notabene merupaka BEV (Battery Electric Vehicle) menjadi kelinci percobaan.
Hal ini berkat rancangan desain Geely Short Blade Battery dengan teknologi sel baterai wet-process dual coating separator dan pencampuran katoda multi-size yang dibuat dengan metode high-temp elektrolit.
Baca Juga: Beijing Auto Show 2026, Geely Pamer Mesin Hybrid Tembus 45 Km/L
Sel baterai disusun dalam konstruksi bertingkat sebelas susun yang dibalut dalam rangka aluminium kelas aerospace, memberikan kekuatan terhadap panas, benturan, bahkan tekanan tinggi ketika menerima benturan tanpa adanya percikan.
Geely Safety Center membuktikan kualitas dan jaminan terhadap keamanan dan keselamatan dengan penyempurnaan dari riset pengembangan yang memiliki fasilitas mumpuni untuk menciptakan model mobil sesuai dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan pasar global, termasuk di Indonesia.
| Editor | : | Yasmin FE |