GridOto.com - Dalam agenda perjalanan bersama Geely Auto Indonesia di Tiongkok dalam rangka Beijing Auto Show 2026 adalah mengunjungi Geely Safety Center.
Berada di sisi timur kota kelahiran Geely Auto di Hangzhou, Geely Safety Center berlokasi di kawasan distrik industri kota Ningbo, Zhejiang, Tiongkok.
Tempat yang menjadi pusat riset pengembangan teknologi keselamatan dan keamanan lini model Geely ini dibangun di atas tanah seluas 45.000 meter persegi dengan dua tahun perencanaan dan tiga tahun konstruksi pembangunan.
Hal tersebut sekaligus mencatatkan rekor dalam Guinness World Record sebagai area safety center otomotif terbesar di dunia, juga dengan beberapa fasilitas pengujian terbesar yang pernah dibuat di dunia.
Baca Juga: Galaxy Light, Konsep Mobil Geely Masa Depan Di Beijing Auto Show 2026
Luasnya area ini menjadi pusat berkumpulnya beragam riset pengembangan lini model di bawah naungan Geely Auto termasuk merek ZEEKR untuk pasar global, juga menjadi lokasi pusat uji tabrak atau crash test.
Salah satu teknologi riset pengembangan yang diunggulkan adalah Wind Tunnel yang menggambarkan kondisi nyata ketika mobil digunakan di jalan raya dalam berbagai kondisi.
Mulai dari kecepatan tinggi, tekanan udara, hingga elevasi kontur jalan terhadap kelayakan uji coba mobil ketika dihadapkan kondisi nyata.
Termasuk di dalam Geely Safety Center terdapat fasilitas rekayasa cuaca untuk menguji akurasi dan kepresisian ADAS (Advanced Driver Assistance System) level 3 yang masuk dalam ranah Autonomous Driving.
Skenario cuaca hujan deras, berkabut, hingga salju yang diciptakan ketika mobil dihadapkan dalam kondisi tersebut sistem keselamatan aktif Geely tetap bisa bekerja dengan baik untuk mendeteksi halangan dan membaca situasi jalan.
Dalam kunjungan ini juga turut didemonstrasikan secara langsung crash test menggunakan model ZEEKR 7X untuk membuktikan keberhasilan dari riset pengembangan mobil terhadap keamanan dan keselamatan dari tabrakan.
Demonstrasi dilakukan dengan uji tabrak pada bagian belakang mobil dalam kecepatan 84 km/jam, dan hasilnya cukup mencengangkan.
Berkat arsitektur sasis SEA yang bisa mereduksi energi benturan secara optimal, hanya bagian pintu bagasi dan bemper yang remuk sementara tidak ada kerusakan pada kaca belakang yang menghadapi tabrakan secara frontal.
Kekhawatiran terhadap risiko terbakar akibat benturan pada mobil listrik juga tidak ditemukan pada ZEEKR 7X yang notabene merupaka BEV (Battery Electric Vehicle) menjadi kelinci percobaan.
Hal ini berkat rancangan desain Geely Short Blade Battery dengan teknologi sel baterai wet-process dual coating separator dan pencampuran katoda multi-size yang dibuat dengan metode high-temp elektrolit.
Baca Juga: Beijing Auto Show 2026, Geely Pamer Mesin Hybrid Tembus 45 Km/L
Sel baterai disusun dalam konstruksi bertingkat sebelas susun yang dibalut dalam rangka aluminium kelas aerospace, memberikan kekuatan terhadap panas, benturan, bahkan tekanan tinggi ketika menerima benturan tanpa adanya percikan.
Geely Safety Center membuktikan kualitas dan jaminan terhadap keamanan dan keselamatan dengan penyempurnaan dari riset pengembangan yang memiliki fasilitas mumpuni untuk menciptakan model mobil sesuai dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan pasar global, termasuk di Indonesia.
| Editor | : | Yasmin FE |