GridOto.com - Banyak perempuan, mulai dari mahasiswi hingga pekerja kantoran, tak sadar kalau mereka seringkali menganggap motor sudah seperti "kantor kedua".
Itu mengacu pada seringnya beban pikiran tentang tugas atau pekerjaan terbawa hingga ke atas motor.
Padahal, konsentrasi yang terbelah adalah salah satu risiko terbesar kecelakaan.
Oke Desiyanto, Senior Instruktur Safety Riding Astra Motor Jateng, menekankan bahwa keselamatan berkendara dimulai dari ketenangan batin.
"Keselamatan adalah Self-Love yang sesungguhnya. Bagi perempuan yang mandiri, menjaga diri di jalan raya adalah bentuk tertinggi dari mencintai diri sendiri. Jangan biarkan beban pikiran merampas keselamatan kita," pesan Oke.
Lebih jauh, Oke pun membeberkan tips agar kondisi mental tak sampai jadi penyebab celaka di jalan.
Management "Mental Bag"
Ini merujuk pada semacam ritual me-reset pikiran sebelum kita mulai berkendara.
Jadikan momen memakai helm sebagai tombol pemutus beban pikiran, dan lakukanlah ritual Mindful Mounting.
Baca Juga: Peneliti Perempuan Ungkap Cara Ubah Minyak Jelantah Jadi Biosolar
Caranya, sebelum menghidupkan mesin, tepuk tangki atau jok motor dan katakan dalam hati
"Urusan rumah, kampus, atau kantor, berhenti di sini. Sekarang hanya ada saya dan jalanan."
Ini membantu memutus rantai hormon kortisol agar tidak terbawa berkendara.
Antisipasi "The Invisible Fatigue"
Sebagai pelaku multitasking, perempuan sering tidak sadar kalau mentalnya sudah lelah.
Ingat, kelelahan bisa menurunkan fokus hingga 33 persen.
Jika kamu mulai melamun atau kehilangan memori singkat tentang rute yang baru dilewati, itu tandanya otak butuh istirahat.
Jika sudah merasa mulai melamun atau tidak ingat jalan yang baru saja dilewati 1 km ke belakang, segera cari tempat aman, seperti minimarket, dan berhentilah meski sekadar 5 menit.
Minum air putih, dan lakukan peregangan jari tangan, jangan memaksakan diri hanya karena ingin cepat sampai.
Atur Ritme "Breathing in Traffic"
Kemacetan adalah musuh utama ketenangan.
Saat terjebak macet, biasanya napas kita menjadi pendek dan cepat, yang memicu stres.
Manfaatkan lampu merah untuk melakukan pernapasan perut secara mendalam.
Tarik napas dalam melalui hidung hingga perut mengembang, lalu buang perlahan.
Ini adalah cara tercepat menurunkan kadar kortisol secara instan di tengah panasnya jalanan.
Hindari "Audio Overload"
Mendengarkan musik atau podcast memang menyenangkan, namun jika terlalu keras, ia akan menambah beban mental otak untuk memproses informasi.
Pastikan volume diatur di level yang memungkinkan Anda tetap mendengar suara mesin sendiri dan klakson kendaraan di sekitar.
Biarkan telinga Anda menjadi indra tambahan untuk membantu mata yang mulai lelah.
Visualisasi "Zona Nyaman"
Jangan biarkan gaya berkendara orang lain mempengaruhi emosi Anda.
Jika ada pengendara lain yang ugal-ugalan atau tidak sabaran, berikan jalan dengan lapang dada.
Tarik napas, tersenyum di balik helm, dan katakan "Silakan duluan, saya ingin sampai dengan selamat."
Menjaga ego tetap rendah di balik helm adalah kunci utama untuk mencapai ketenangan selama di jalan raya.
| Editor | : | Dida Argadea |
KOMENTAR