Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Gaduh Pajak Mobil Listrik, Menkeu Purbaya Sebut Tidak Naik Tapi Cuma Ubah Skema

Irsyaad W - Rabu, 22 April 2026 | 22:30 WIB
Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan soal kegaduhan pajak mobil listrik yang terbit di Permendagri Nomor 11 Tahun 2026
Ryan Fasha GridOto/IG@menkeuri
Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan soal kegaduhan pajak mobil listrik yang terbit di Permendagri Nomor 11 Tahun 2026

GridOto.com - Beberapa hari belakangan gaduh soal pajak mobil listrik.

Banyak yang menganggap akan dikenai beban tambahan sehingga menaikan harga jual dan pajak tahunan.

Namun hal tersebut dibantah Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa yang menyebut perubahan hanya terjadi pada skema pemungutannya saja.

"Sebetulnya total (pajak) sama, nggak ada yang berubah. Cuma bergeser saja dari suatu tempat ke tempat lain," jelas Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, (21/4/26) melansir Kompas.com.

Regulasi yang dimaksud tercantum dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 11 Tahun 2026.

Aturan ini mengatur besaran pajak kendaraan, termasuk kendaraan listrik berbasis baterai.

Purbaya menjelaskan skema lama memuat berbagai bentuk insentif.

Baca Juga: Keistimewaan Dicabut, Pemerintah Ketok Palu Mobil Listrik Kini Resmi Dikenai Pajak Daerah

Insentif tersebut mencakup subsidi impor dan mekanisme lain.

Skema ini kemudian disesuaikan dalam aturan baru.

Perubahan dilakukan pada cara pemungutan, bukan pada total beban pajak.

"Net pajaknya nggak ada perubahan dibanding skema yang sebelumnya," jelas Purbaya.

Aturan baru juga mengubah status kendaraan listrik dalam sistem perpajakan.

Kendaraan listrik kini masuk sebagai objek pajak kendaraan bermotor dan bea balik nama kendaraan bermotor.

Kepemilikan dan penyerahan kendaraan tetap dikenai pajak. Namun besaran pajak tidak selalu penuh.

Baca Juga: Bukan Anak Emas Lagi, Ini Simulasi Pajak Mobil Listrik Yang Sudah Setara Toyota Avanza

Besaran pajak bisa sangat rendah, bahkan nol rupiah. Nilai ini bergantung pada kebijakan masing-masing daerah.

Pemerintah pusat tetap membuka ruang insentif. Ketentuan ini diatur dalam Pasal 19.

Pemerintah daerah memiliki kewenangan menentukan bentuk insentif.

Kebijakan pajak kendaraan listrik ke depan tidak lagi seragam antarwilayah.

Editor : Hendra

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa