GridOto.com - Kepala Desa Margaluyu, Dian Cahyadinata, menyatakan keberatannya terkait kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang menghentikan dugaan praktik pungutan liar (pungli) di Jembatan Cirahong.
Sebelumnya, jembatan yang berada di perbatasan Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Ciamis itu dijaga oleh warga setempat yang menerima uang dari para pengguna jalan.
Usai viral, pemerintah provinsi langsung mengambil langkah dengan menghentikan aktivitas tersebut sekaligus memperbaiki jembatan menggunakan anggaran daerah.
Ke depan, Dedi Mulyadi juga berencana menata kawasan sekitar Jembatan Cirahong menjadi lebih rapi bahkan dikembangkan sebagai destinasi wisata.
Namun, kebijakan ini mendapat protes dari Dian Cahyadinata yang menilai perlu adanya kajian lebih lanjut.
Dalam pernyataannya, Dian mengungkapkan bahwa sekitar 40 warga kini kehilangan penghasilan.
Ia menegaskan bahwa warga selama ini menjaga jembatan secara sukarela dan sudah berperan selama puluhan tahun membantu pengendara melintas dengan aman.
Menanggapi hal tersebut, Dedi Mulyadi menyampaikan apresiasi kepada warga.
Baca Juga: Ide Dedi Mulyadi Ingin Proses Bayar Pajak Kendaraan di Samsat Seperti Bank, Ini Konsepnya
"Buat Pak Kades, masalah Jembatan Cirahong. Pertama, saya mengucapkan terima kasih selama ini jembatan ada yang menjaga dan mengatur sehingga bisa dilewati oleh warga," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa keputusan tersebut bukan semata karena posisinya sebagai gubernur saat ini, melainkan berdasarkan pengalamannya saat pernah melintasi jembatan tersebut sebelumnya.
"Saya pernah ke sana jauh sebelum jadi gubernur. Dari kunjungan itu saya menyimpulkan, perlu pemerintah mengintervensi agar jembatan itu menjadi jembatan yang nyaman dilewati," katanya menukil TribunJatim.
Menurutnya, perbaikan tetap dilakukan meskipun bukan kewenangan provinsi.
"Maka dari itu saya mengambil kebijakan untuk perbaikan walaupun itu bukan kewenangan provinsi. Tetapi, karena digunakan oleh warga, maka pemerintah provinsi mengambil keputusan diperbaiki," tambahnya.
Selain perbaikan fisik, pemerintah juga akan melakukan penataan lingkungan seperti warung-warung akan dirapikan, jalannya diperlebar dan punya ruang parkir yang memadai.
Terkait keamanan, ia menekankan pentingnya peran bersama.
Baca Juga: Nonaktifkan Kepala Samsat Soekarno-Hatta Bandung, Ini Video Pemicu Dedi Mulyadi Murka
"Keamanan pada malam hari, menurut saya adalah tanggung jawab kita bersama," ujarnya.
Ia juga mengajak semua pihak untuk mendukung upaya penataan agar lingkungan menjadi lebih tertib dan bebas dari pungutan.
"Yuk kita sama-sama mewujudkan tata lingkungan di Provinsi Jawa Barat yang aman dan terbebas dari berbagai pungutan," paparnya.
Di akhir, Dedi Mulyadi menyampaikan apresiasi kepada warga yang selama ini menjaga jembatan.
"Saya ucapkan terima kasih... semoga apa yang sudah dilakukan menjadi amal kebaikan," tutupnya.
| Editor | : | Panji Nugraha |
KOMENTAR