Ia menjelaskan bahwa keputusan tersebut bukan semata karena posisinya sebagai gubernur saat ini, melainkan berdasarkan pengalamannya saat pernah melintasi jembatan tersebut sebelumnya.
"Saya pernah ke sana jauh sebelum jadi gubernur. Dari kunjungan itu saya menyimpulkan, perlu pemerintah mengintervensi agar jembatan itu menjadi jembatan yang nyaman dilewati," katanya menukil TribunJatim.
Menurutnya, perbaikan tetap dilakukan meskipun bukan kewenangan provinsi.
"Maka dari itu saya mengambil kebijakan untuk perbaikan walaupun itu bukan kewenangan provinsi. Tetapi, karena digunakan oleh warga, maka pemerintah provinsi mengambil keputusan diperbaiki," tambahnya.
Selain perbaikan fisik, pemerintah juga akan melakukan penataan lingkungan seperti warung-warung akan dirapikan, jalannya diperlebar dan punya ruang parkir yang memadai.
Terkait keamanan, ia menekankan pentingnya peran bersama.
Baca Juga: Nonaktifkan Kepala Samsat Soekarno-Hatta Bandung, Ini Video Pemicu Dedi Mulyadi Murka
"Keamanan pada malam hari, menurut saya adalah tanggung jawab kita bersama," ujarnya.
Ia juga mengajak semua pihak untuk mendukung upaya penataan agar lingkungan menjadi lebih tertib dan bebas dari pungutan.
"Yuk kita sama-sama mewujudkan tata lingkungan di Provinsi Jawa Barat yang aman dan terbebas dari berbagai pungutan," paparnya.
Di akhir, Dedi Mulyadi menyampaikan apresiasi kepada warga yang selama ini menjaga jembatan.
"Saya ucapkan terima kasih... semoga apa yang sudah dilakukan menjadi amal kebaikan," tutupnya.
| Editor | : | Panji Nugraha |
KOMENTAR