Nurdin tak mau ambil pusing karena tidak merasa terganggu.
Begitu pula dengan Deni (bukan nama sebenarnya), yang menduga penampungan motor itu sebagai dealer resmi.
"Tadinya saya pikir ya dealer motor aja, soalnya kelihatannya baru-baru yang masuk itu. Kelihatan dari depan aja sih sedikit, soalnya kami juga enggak pernah lihat sampai ke dalam," tutur Deni ditemui terpisah.
Baru pada setelah pemberitaan dan pembahasan di media lah mereka tahu ada aktivitas ilegal di sana.
Sebab, warga lainnya, Santi (bukan nama sebenarnya) juga mendengar dari pegawai gudang bahwa motor itu didapat dari pabrik langsung.
Dia juga tak merasa ada yang ditutup-tutupi dari sana. Santi bahkan pernah masuk dan menitipkan motornya saat mudik ke kampung halaman.
Maka dari itu, dia yakin gudang sudah mengantongi izin dari pihak pimpinan wilayah.
"Kalau kata orangnya itu (motor) dari pabrik, mau dijual ke luar negeri. Ya makanya saya bingung kok kemarin malah dibilang curanmor. Itu kayak baru semua," ungkap Santi.
| Editor | : | Naufal Nur Aziz Effendi |
KOMENTAR