GridOto.com - Harley-Davidson dikabarkan sedang menyiapkan langkah baru untuk mengembalikan pertumbuhan bisnisnya dalam beberapa tahun ke depan.
Melalui strategi yang diberi nama “Back to the Bricks”, pabrikan motor asal Milwaukee, Amerika Serikat itu bakal merilis dua model anyar yang dijadwalkan meluncur pada periode 2027 hingga 2028.
Dua motor yang menjadi fokus utama dalam strategi tersebut adalah kembalinya nama legendaris Harley-Davidson Sportster serta hadirnya lini baru bernama Harley-Davidson Sprint.
Langkah ini dilakukan Harley-Davidson untuk menjangkau pasar yang lebih luas, terutama pengendara pemula dan konsumen yang gemar melakukan modifikasi motor.
Berdasarkan dokumen presentasi perusahaan, Sportster terbaru akan ditempatkan di segmen middleweight atau kelas menengah.
Meski hadir dengan pendekatan baru, Harley-Davidson tetap mempertahankan ciri khas klasiknya melalui penggunaan mesin berpendingin udara (air-cooled).
Motor ini disebut sebagai “ultimate blank canvas”, yang berarti dirancang agar mudah dikustomisasi sesuai karakter pemiliknya. Harley-Davidson tampaknya ingin menghidupkan kembali budaya modifikasi yang selama ini identik dengan lini Sportster.
Baca Juga: Penyebab Harley-Davidson Tahun Tua Terbakar, Rata-rata Masalah di Sini
Soal harga, model ini diperkirakan akan dibanderol sekitar 10.000 dolar AS atau setara Rp170 jutaan untuk pasar global.
Dari materi presentasi yang beredar, Sportster terbaru juga terlihat kembali mengusung desain klasik khas Harley-Davidson, berbeda dengan Harley-Davidson Sportster S yang saat ini tampil lebih modern dan sporty.
Selain Sportster, Harley-Davidson juga menyiapkan model Sprint sebagai motor entry-level.
Dibanding Sportster, Sprint akan hadir dengan ukuran lebih ringkas dan bobot lebih ringan.
Motor ini menggunakan mesin berpendingin oli (oil-cooled) dan diposisikan sebagai gerbang awal bagi konsumen baru yang ingin masuk ke dunia Harley-Davidson.
Karena menyasar segmen pemula, harga Sprint diperkirakan berada di bawah 10.000 dolar AS.
Menariknya, dari siluet desain yang diperlihatkan, Sprint tampaknya tidak lagi menggunakan konfigurasi mesin V-twin khas Harley-Davidson, melainkan mesin inline.
Melansir Kompas.com, ada pihak menduga Sprint akan memakai basis mesin dari Harley-Davidson X440 yang dikembangkan bersama Hero MotoCorp di India.
Baca Juga: Kolaborasi Panas! Dickies dan Harley-Davidson Hadirkan Apparel Terbarunya
Jika benar, strategi ini bisa membantu Harley-Davidson menghadirkan motor dengan harga lebih terjangkau tanpa harus mengembangkan platform baru dari nol.
Meski menyiapkan dua model baru, Harley-Davidson menegaskan bahwa pengembangan produk dilakukan dengan pendekatan capital-light.
Artinya, perusahaan tidak akan mengeluarkan investasi besar untuk menciptakan mesin atau platform baru, melainkan memanfaatkan teknologi yang sudah ada agar biaya produksi tetap efisien.
Strategi tersebut diharapkan mulai memberikan dampak positif terhadap performa keuangan perusahaan mulai 2027.
Selain penjualan motor, Harley-Davidson juga akan fokus meningkatkan bisnis aksesori dan suku cadang yang akan dipasarkan bersamaan dengan peluncuran Sportster dan Sprint nanti.
| Editor | : | Panji Nugraha |
KOMENTAR