Selain Sportster, Harley-Davidson juga menyiapkan model Sprint sebagai motor entry-level.
Dibanding Sportster, Sprint akan hadir dengan ukuran lebih ringkas dan bobot lebih ringan.
Motor ini menggunakan mesin berpendingin oli (oil-cooled) dan diposisikan sebagai gerbang awal bagi konsumen baru yang ingin masuk ke dunia Harley-Davidson.
Karena menyasar segmen pemula, harga Sprint diperkirakan berada di bawah 10.000 dolar AS.
Menariknya, dari siluet desain yang diperlihatkan, Sprint tampaknya tidak lagi menggunakan konfigurasi mesin V-twin khas Harley-Davidson, melainkan mesin inline.
Melansir Kompas.com, ada pihak menduga Sprint akan memakai basis mesin dari Harley-Davidson X440 yang dikembangkan bersama Hero MotoCorp di India.
Baca Juga: Kolaborasi Panas! Dickies dan Harley-Davidson Hadirkan Apparel Terbarunya
Jika benar, strategi ini bisa membantu Harley-Davidson menghadirkan motor dengan harga lebih terjangkau tanpa harus mengembangkan platform baru dari nol.
Meski menyiapkan dua model baru, Harley-Davidson menegaskan bahwa pengembangan produk dilakukan dengan pendekatan capital-light.
Artinya, perusahaan tidak akan mengeluarkan investasi besar untuk menciptakan mesin atau platform baru, melainkan memanfaatkan teknologi yang sudah ada agar biaya produksi tetap efisien.
Strategi tersebut diharapkan mulai memberikan dampak positif terhadap performa keuangan perusahaan mulai 2027.
Selain penjualan motor, Harley-Davidson juga akan fokus meningkatkan bisnis aksesori dan suku cadang yang akan dipasarkan bersamaan dengan peluncuran Sportster dan Sprint nanti.
| Editor | : | Panji Nugraha |
KOMENTAR