GridOto.com - Waktu tempuh perjalanan darat yang menghubungkan Daerah Istimewa Yogyakarta dengan Kota Semarang, Jawa Tengah bakal makin singkat.
Hal ini menyusul dibangunnya Proyek Strategis Nasional (PSN) Jalan Tol Yogyakarta-Bawen sepanjang 75,12 kilometer.
Dengan kehadiran infrastruktur ini diharapkan mobilitas lintas provinsi yang biasanya memakan waktu tiga sampai empat jam via jalur arteri konvensional kini diproyeksikan menjadi sekitar satu jam saja.
Pemangkasan waktu tempuh antar-pusat pertumbuhan ekonomi ini akan dikerjakan oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk yang mengamankan kontrak baru senilai Rp 2,1 triliun.
BUMN konstruksi tersebut dipercaya menggarap Paket Pengadaan Jasa Layanan Konstruksi Pembangunan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen Seksi 3, yang membentang dari Simpang Susun (SS) Magelang hingga SS Borobudur.
Dalam pelaksanaannya, Waskita Karya melebur ke dalam Kerja Sama Operasi (KSO) bersama PT PP (Persero) Tbk dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.
Konsorsium tiga BUMN ini bertanggung jawab merampungkan jalur sepanjang 8,1 kilometer di wilayah administrasi Kabupaten Magelang.
Baca Juga: Sering Jadi Ajang Adu Nyali, Pahami Batas Kecepatan di Jalan Tol
Lingkup pekerjaan struktural meliputi trase utama, trase akses Magelang, simpang susun, Jembatan Penyeberangan Orang (JPO), terowongan bawah tanah, serta struktur pelat beton.
Menukil Kompas.com, Direktur Operasi I Waskita Karya, Ari Asmoko, menjelaskan bahwa keberadaan Simpang Susun Magelang dan Simpang Susun Borobudur memegang peran vital sebagai pintu gerbang utama menuju Kawasan Strategi Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur.
Pilihan rute ini dirancang untuk mengakomodasi lonjakan wisatawan tanpa mengorbankan zona cagar budaya sekitar.
"Proyek ini sangat penting untuk mempercepat mobilitas sekaligus mendorong peningkatan sektor pariwisata. Masyarakat memiliki akses langsung ke Destinasi Super Prioritas (DSP) Candi Borobudur tanpa mengganggu kelestarian situs cagar budaya," urai Ari dalam keterangan tertulis, Selasa (23/6/2026).
Penyelesaian Seksi 3 ini ditargetkan mampu mengurai hambatan logistik harian pada jalur arteri utama Temanggung, Magelang, dan sekitarnya yang kerap mengalami kepadatan akibat pencampuran arus kendaraan pribadi dengan truk muatan berat.
Jaminan kelancaran distribusi barang dan jasa serta kemudahan akses pariwisata ini diproyeksikan menjadi stimulus bagi masuknya investasi baru, sekaligus memperluas ceruk pasar bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di sekitar kawasan terdampak.
| Editor | : | Naufal Nur Aziz Effendi |
KOMENTAR