GridOto.com - Jalur penyeberangan Ketapang, Banyuwangi tujuan Gilimanuk, Bali kembali macet panjang.
Pembina Asosiasi Sopir Logistik Indonesia (ASLI), Slamet Barokah mengatakan kemacetan mulai sering terjadi sejak insiden tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali.
"Kondisi ini diperparah oleh ketimpangan infrastruktur pelabuhan. Di Pelabuhan Ketapang saat ini terdapat 9 dermaga, sementara di Pelabuhan Gilimanuk hanya tersedia 7 dermaga," ujar Slamet, (23/6/26) mengutip Kompas.com.
Menurut Slamet, perbedaan jumlah dermaga di kedua pelabuhan menyebabkan terjadinya penyempitan arus saat kapal keluar masuk pelabuhan.
Di sisi lain, jumlah kendaraan angkutan barang yang melintasi jalur tersebut terus bertambah setiap tahun.
Kondisi itu membuat kapasitas pelabuhan dinilai tidak lagi seimbang dengan volume kendaraan yang harus dilayani.
ASLI juga menilai penerapan aturan pasca-insiden kapal tenggelam membuat proses operasional penyeberangan menjadi lebih ketat.
Baca Juga: Antrean Horor Kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk Berujung Maut, Satu Pemudik Meninggal Dunia
Akibatnya, ruang untuk mengambil langkah cepat dalam mengurai antrean dinilai semakin terbatas.
| Editor | : | Hendra |
KOMENTAR