GridOto.com - Kenaikan harga BBM nonsubsidi ternyata mulai mengubah tren pasar mobil bekas di Indonesia.
Di tengah mahalnya harga bahan bakar, mobil bekas yang irit BBM dan murah biaya perawatan kini justru menjadi incaran konsumen.
Ketua Umum Asosiasi Mobil Bekas Indonesia (AMBI), Tjung Subianto mengatakan, kondisi tersebut membuat konsumen kini lebih selektif sebelum membeli kendaraan.
“Namun di sisi positif, kondisi ini justru mendorong sebagian masyarakat beralih dari rencana membeli mobil baru ke mobil bekas yang harganya lebih terjangkau,” ujar Tjung kepada GridOto.com, Minggu (3/5/2026).
“Kami di AMBI melihat permintaan terhadap mobil bekas yang irit bahan bakar, biaya perawatan rendah, dan value for money tetap cukup baik di pasar,” lanjutnya.
Menurut Tjung, kenaikan harga BBM nonsubsidi memang memberi dampak langsung terhadap industri mobil bekas, baik dari sisi tantangan maupun peluang.
Ia menyebut, mobil dengan konsumsi BBM yang cenderung boros kini mulai mengalami penurunan minat karena konsumen semakin memperhitungkan biaya operasional harian.
“Dari sisi negatif, kenaikan harga BBM membuat konsumen menjadi lebih berhati-hati dalam membeli kendaraan. Mobil dengan konsumsi BBM yang cenderung boros biasanya mengalami penurunan minat, sehingga perputaran unit di segmen tertentu bisa melambat,” jelasnya.
Di sisi lain, kebutuhan masyarakat terhadap kendaraan pribadi disebut masih cukup tinggi sehingga pasar mobil bekas diyakini tetap memiliki prospek yang kuat.
Baca Juga: BBM Meroket, Saatnya Beli Mobil Bekas Irit Bensin, Harga Toyota Calya Dijual Segini
AMBI juga menilai kondisi saat ini menjadi momentum bagi pelaku usaha mobil bekas untuk lebih adaptif menyediakan unit yang sesuai kebutuhan konsumen, terutama kendaraan yang menawarkan efisiensi bahan bakar dan biaya penggunaan yang lebih rendah.
“Situasi ini menjadi momentum bagi pelaku usaha mobil bekas untuk lebih adaptif dalam menyediakan unit yang sesuai dengan kebutuhan dan efisiensi konsumen saat ini,” tutup Tjung.
| Editor | : | Panji Nugraha |
KOMENTAR