Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Siap-siap, Bensin Campur Etanol 20 Persen Mulai Berlaku di Tahun Segini

Irsyaad W - Selasa, 5 Mei 2026 | 11:00 WIB
  Pemerintah tengah menyiapkan kebijakan baru terkait bahan bakar minyak (BBM) dengan mencampurkan etanol sebanyak 10 persen ke dalam bensin.
Tribunnews.com
Pemerintah tengah menyiapkan kebijakan baru terkait bahan bakar minyak (BBM) dengan mencampurkan etanol sebanyak 10 persen ke dalam bensin.

GridOto.com - Para pemilik mobil bensin siap-siap dengan kebijakan pemerintah soal BBM.

SPBU akan mulai menjual bensin campur etanol 20 persen (E20) dalam dua tahun lagi atau 2028.

Penerapan ini untuk menekan ketergantungan impor minyak.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengatakan, penerapan E20 terinspirasi dari keberhasilan program mandatori biodiesel yang saat ini sudah mencapai B40 alias campuran 40 persen minyak sawit dengan solar.

"Kalau kita mandatori 20 persen (etanol), berarti kita kurangi impor bensin 8 juta kiloliter (KL)," ungkapnya dalam keterangan tertulis, (3/5/26) mengutip Kompas.com.

Adapun berdasarkan data Kementerian ESDM, konsumsi BBM nasional mencapai sekitar 1,6 juta barrel per hari atau setara 39-40 juta KL per tahun.

Sementara produksi minyak domestik baru sekitar 600.000 barrel per hari, sehingga Indonesia masih mengimpor BBM sekitar 1 juta barrel per hari.

Menurut Bahlil, Indonesia memiliki potensi bahan baku etanol yang melimpah, mulai dari singkong, jagung, hingga tebu.

Karena itu, pemerintah menilai program pencampuran etanol dapat menjadi strategi baru dalam memperkuat ketahanan energi nasional.

Ia pun mengaku telah mempelajari penerapan campuran etanol di Brasil yang sudah lebih dulu menjalankan kebijakan tersebut.

Baca Juga: Kenalan Sama Etanol Yuk, Bahan Bakar Terbarukan dari Tanaman

"Bahan bakunya, seperti singkong, jagung, dan tebu, tersedia melimpah di Indonesia," kata Bahlil.

Selain pengembangan E20, pemerintah juga menyiapkan diversifikasi energi lain untuk mengurangi impor, termasuk pengembangan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai alternatif Liquefied Petroleum Gas (elpiji) rumah tangga.

Sebab Indonesia tercatat mengimpor 7,47 metrik ton (MT) elpiji per tahun.

Kondisi ini dikarenakan produksi dalam negeri hanya sekitar 1,94 MT, yang mana cuma memenuhi seperlima dari kebutuhan nasional.

Apalagi, subsidi elpiji menelan hampir Rp 80 triliun-Rp 87 triliun per tahun dari kas negara.

Teknologi CNG ini pun sudah diujicobakan di restoran dan sejumlah dapur program makan bergizi gratis, serta sedang disiapkan untuk pasar rumah tangga.

Editor : Panji Nugraha

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa