Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Mafia Solar Subsidi di Pelalawan Terbongkar, Akali Barcode SPBU Pakai Aksi Licik Ini

Irsyaad W - Selasa, 7 April 2026 | 12:00 WIB
Barang bukti 5.000 liter Solar Subsidi yang diamankan dari mafia solar subsidi di kabupaten Pelalawan, Riau
Dok. Polda Riau
Barang bukti 5.000 liter Solar Subsidi yang diamankan dari mafia solar subsidi di kabupaten Pelalawan, Riau

GridOto.com - Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Riau membongkar mafia solar di Pelalawan, Riau.

Dalam penggerebekan ini, diamankan seorang pria inisial ANM, yang merupakan pelaku mafia solar tersebut.

Dalam aksinya, Ia mengakali scan barcode pembelian BBM Subsidi di SPBU dengan aksi licik.

"Tersangka berperan sebagai pembeli, pengumpul, sekaligus penjual BBM ilegal jenis solar subsidi," ungkap Kepala Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Riau, AKBP Teddy Ardian melalui pesan WhatsApp, (6/4/26) menukil Kompas.com.

Teddy menyampaikan, pelaku menimbun solar di sebuah bengkel di Jalan Lingkar, Kelurahan Kerinci Timur, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan.

Di lokasi tersebut, petugas menemukan sekitar 5.000 liter solar yang disimpan dalam 21 jeriken berkapasitas 33 liter, dan sejumlah baby tank berukuran 1.000 liter.

Pelaku mengaku sudah dua bulan menjalankan bisnis ilegal tersebut.

Baca Juga: Dua Pemuda Bawa Truk Boks Hino Terancam Denda Rp 60 Miliar, Barang Bukti Sangat Kuat

Pelaku membeli solar dari para pelangsir yang mengisi di SPBU menggunakan truk, kemudian mengumpulkannya di bengkel untuk dijual kembali dengan harga lebih tinggi.

"Praktik ini telah berjalan selama kurang lebih dua bulan dengan pola distribusi yang cukup terorganisir," ujar Teddy.

Pelaku membeli solar subsidi dari pelangsir dengan harga sekitar Rp 280.000 per jeriken ukuran 33 liter.

Setelah dikumpulkan, pelaku menjual kembali dengan harga Rp 290.000 hingga Rp 300.000 per jeriken.

Keuntungan memang terlihat kecil per jeriken, namun jika dikumpulkan dalam jumlah besar nilainya signifikan.

"Tersangka menggunakan berbagai modus. Dia juga memanfaatkan kendaraan dengan beberapa pelat nomor berbeda untuk mengakali sistem barcode saat pengisian BBM di SPBU," ungkap Teddy.

Tersangka juga menyasar pasar di wilayah pedalaman, termasuk kebutuhan truk pengangkut kayu yang tidak dapat mengisi BBM di SPBU, sehingga menciptakan pasar tersendiri bagi BBM ilegal tersebut.

Editor : Dida Argadea

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa