Baca Juga: Distribusi Pelumas ADNOC dari UEA Tersendat Konflik Geopolitik, Harga Belum Naik
“Kebutuhan kendaraan di Indonesia kan masih besar, akan tumbuh terus,” katanya.
Dari sisi kinerja bisnis, Ismet menyebut penjualan pelumas ADNOC di Indonesia juga mencatat pertumbuhan positif.
“Mungkin di atas 10 persen pertumbuhannya,” ungkapnya.
Meski demikian, pangsa pasar pelumas ADNOC di Indonesia saat ini masih relatif kecil dibanding pemain lain di industri pelumas nasional.
“Kita masih di bawah 1 persen market share untuk Indonesia,” tambah Ismet.
Untuk saat ini, ADNOC masih memfokuskan pemasaran pelumasnya pada sektor otomotif, khususnya kendaraan penumpang.
“Sekarang kita masih otomotif. Kita masih fokus otomotif,” jelasnya.
Ke depan, perusahaan juga berencana memperluas bisnis ke sektor lain, termasuk pelumas industri.
“Tapi ke depannya kita akan membuka divisi industri dan yang lain-lain,” lanjut Ismet.
Sementara untuk segmen otomotif sendiri, penjualan pelumas ADNOC di Indonesia saat ini masih didominasi oleh kendaraan roda empat.
“Saat ini, paling besar masih mobil,” pungkasnya.
Sebagai informasi, ADNOC merupakan perusahaan energi asal Uni Emirat Arab yang juga memproduksi pelumas kendaraan.
Di Indonesia, salah satu lini produk yang cukup dikenal adalah pelumas sintetik premium ADNOC Voyager untuk mobil dan motor.
Seperti Voyager Silver, Gold, hingga SPX yang diklaim menawarkan perlindungan mesin tinggi, stabilitas suhu, serta efisiensi bahan bakar.
| Editor | : | Hendra |
KOMENTAR