Seberapa Efektif Sekat Partisi Cegah Penyebaran Covid-19? Ini Kata Dokter!

Naufal Shafly - Sabtu, 13 Juni 2020 | 18:57 WIB
Ilustrasi partisi atau pembatas untuk ojek online
Instagram.com/@dramaojol.id
Ilustrasi partisi atau pembatas untuk ojek online

GridOto.com - Saat ini penggunaan sekat partisi di ojek online atau taksi online sedang marak digalakkan baik dari penyedia aplikasi maupun dari sejumlah asosiasi terkait.

Lewat sekat partisi, risiko penularan Covid-19 diklaim lebih rendah sehingga penumpang maupun driver disebut lebih aman.

Lantas apakah secara medis penggunaan sekat partisi ini sebenarnya mampu mencegah penularan Covid-19 di taksi online ataupun ojek online?

Menurut Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. Andi Khomaini, penggunaan sekat partisi memang bisa membuat risiko penyebaran Covid-19 menjadi lebih kecil.

Baca Juga: Boleh Angkut Penumpang, Driver Ojol Ini Malah Waswas Karena Masih Banyak yang Cuek dengan Protokol Kesehatan

Tetapi penggunaan sekat juga perlu dibarengi dengan pemakaian alat pelindung diri (APD) dari driver ojol dan penumpangnya.

Ia mencontohkan, misalnya seorang yang terjangkit Covid-19 bersin di dalam kendaraan, maka dropletnya (titik air berisi virus dari batuk dan bersin) mampu bertahan melayang di udara selama 15 menit.

Risiko tertular lewat droplet ini, Menurut dr. Andi, bisa ditekan dengan penggunaan APD plus sekat partisi yang dipakai ojol.

"Kalau naik ojek (motor) kan terbuka. Nah kalau pakai APD kan (dropletnya) sudah terhalangi sama masker, dan penutup helm, ditambah (sekat) partisi, jadi ada tiga berlapis perlindungan," ungkap dr. Andi Khomaini yang juga menjabat sebagai Chairman Junior Doctors Network Indonesia ini, dalam talkshow virtual, Sabtu (13/6/2020).

Ilustrasi. Sekat partisi hasil kolaborasi Grab dan Mobil Lubricants.
Istimewa
Ilustrasi. Sekat partisi hasil kolaborasi Grab dan Mobil Lubricants.

Baca Juga: Naik Ojek Online Wajib Ikuti Protokol Kesehatan, Begini Penjelasan Dokter

"Di taksi online juga mereka gunakan partisi atau penghalang antara driver dan penumpang. Jadi sudah ada upaya seperti itu sehingga potensi penularan menjadi jauh lebih rendah," sambungnya.

Menurut pria yang akrab disapa dr. Koko ini, yang terpenting saat menggunakan layanan transportasi online adalah, masing-masing pihak memakai APD seperti masker, kacamata, menutup kaca helm (untuk ojek motor), serta membawa handsanitizer.

"Ini bisa mencegah risiko penularan, kita enggak bilang risiko penularan nol ya, tapi makin turun dengan semua protokol yang digunakan driver maupun usernya. Hal baiknya juga bukan cuma corona yang kita hindari, tapi penyakit yang lain juga ikut dicegah, seperti virus flu, kuman, TBC, atau lainnya kan jadi tidak menyebar juga dengan semua protokol yang diterapkan," tutupnya.

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id


KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa