GridOto.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengubah sistem parkir di wilayahnya.
Tentu hal ini menimbulkan banyak komentar dari warga sampai paguyuban.
Diketahui, sistem parkir di kota Surabaya kini memakai digital atau non tunai.
Salah satu warga, Putri Aisyah (41) menyetujui perubahan pembayaran parkir dalam bentuk digital.
Sebab, menurutnya parkir di Surabaya sudah sepatutnya memiliki standar keamanan dan pendapatan parkir dapat langsung masuk ke dalam anggaran pemerintah.
"Tentu saya lebih suka parkir non tunai atau digital karena itu bisa menjaga kepercayaan antara petugas dan pemilik kendaraan, dan juga kita bisa menutupi profesionalitas dari parkiran-parkiran Surabaya," ucap Putri, (1/2/26) mengutip Kompas.com.
Ia menuturkan aturan tersebut juga akan menjadikan setiap toko moderen atau swalayan di Surabaya memiliki petugas parkir resmi yang dapat memastikan keamanan kendaraan dan dapat dimintai pertanggung jawaban apabila terjadi kehilangan.
Baca Juga: Virus Buruk Menjangkit Pemilik Motor di Surabaya, Berbagai Alasan Diucap Tutupi Kesalahan
"Kalau jukir liar, misalkan ya benar mereka jaga, tapi kalau ada apa-apa juga mereka enggak akan ganti, malah yang ada ribut di jalan gitu," ujarnya.
| Editor | : | Panji Nugraha |
KOMENTAR