GridOto.com - Kejadian mogoknya taksi Green SM di perlintasan kereta diduga jadi pemicu insiden kereta dan KRL di Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026), malam.
Awalnya taksi listrik dengan unit VinFast VF e34 mogok dan tidak bisa bergerak atau didorong saat melintas rel sampai berakibat ditabrak oleh KRL yang melintas.
Beredar informasi bahwa taksi VinFast tersebut mogok dan remnya mengunci.
Menanggapi hal tersebut, pendiri EV Safe sekaligus dosen di National Battery Research Institute, Mahaendra Gofar turut angkat bicara.
Ia menjelaskan kalau kendaraan modern dengan sistem electronic shifter memang memiliki mekanisme tertentu saat mengalami gangguan.
“Mobil dengan electronic shifter (baik EV maupun ICE), ketika mogok umumnya akan mengaktifkan rem agar tidak menggelinding. Ini bagian dari sistem keselamatan,” ujar Mahaendra dilansir dari Kompas.com, Selasa (28/4/2026).
Menurutnya, mekanisme tersebut membuat kendaraan otomatis berada dalam kondisi aman.
Namun konsekuensinya, mobil bisa sulit dipindahkan secara manual karena sistem pengereman tetap aktif.
“Kalau remnya mengunci, mobil memang tidak bisa didorong,” katanya.
Mahaendra menambahkan, penyebab kendaraan berhenti total di tengah rel masih perlu ditelusuri lebih lanjut, apakah terkait gangguan sistem, kehilangan suplai daya, atau faktor lain.
Ia juga menjelaskan, pada sistem electronic shifter, daya listrik harus tetap aktif agar transmisi dapat dipindahkan ke posisi netral (N), yang diperlukan jika kendaraan hendak didorong atau dievakuasi.
“Power harus tetap on supaya bisa dipindah ke N,” ujarnya.
Menurut Mahaendra, karakter ini tidak hanya terdapat pada kendaraan listrik, tapi juga mobil konvensional modern yang mengandalkan sistem elektronik serupa.
Meski begitu ia menekankan, kasus di Bekasi perlu dilihat secara menyeluruh, termasuk dari sisi prosedur penanganan darurat di perlintasan sebidang yang memiliki risiko tinggi.
Kepastian penyebab tetap harus menunggu hasil investigasi lebih lanjut.