GridOto.com - Kenaikan harga bahan baku plastik mulai terasa dampaknya ke industri otomotif, termasuk segmen kendaraan listrik roda dua.
Hal ini diakui Chief Executive Officer ALVA, Purbaja Pantja, yang menyebut lonjakan tersebut tidak lepas dari kondisi global yang memengaruhi rantai pasok.
Ditemui di Tangerang Selatan, Selasa (28/4/2026), Purbaja menjelaskan bahwa kenaikan harga plastik berkaitan erat dengan fluktuasi harga minyak dunia.
Bahan baku plastik sendiri merupakan turunan minyak bumi yang melalui beberapa tahapan proses.
“Kalau kita cerita raw material, sayangnya memang dengan keadaan dunia seperti ini, di mana harga minyak lumayan signifikan ya, tentunya ada impact ke turunannya, di mana turunannya salah satunya adalah plastik,” ujarnya.
Ia memaparkan alur produksinya dimulai dari minyak mentah yang diolah menjadi nafta, kemudian dikonversi menjadi etilena sebelum akhirnya menjadi plastik sebagai bahan baku berbagai komponen otomotif.
“Dari minyak, terus ke nafta, nafta jadikan etilena, lalu dijadikan plastik, yang tentunya itu impact-nya lumayan drastis,” jelasnya.
Kondisi ini turut dipengaruhi tensi geopolitik global yang mengganggu distribusi energi dan berdampak pada pasokan minyak mentah, sehingga merembet ke industri petrokimia, termasuk plastik.
Meski tekanan biaya sudah terasa, ALVA menegaskan hingga saat ini belum menaikkan harga jual produknya.
| Editor | : | Panji Nugraha |
KOMENTAR