Baca Juga: ALVA Resmikan Studio Indy Bintaro, Dealer Motor Listrik dengan Fasilitas Lengkap
Perusahaan masih menahan harga sambil memantau perkembangan biaya bahan baku di pasar.
“So far kami belum menaikkan harga jual produk, jadi untuk sekarang kita terus pantau perkembangannya. Tapi kalau kita melihat raw material secara keseluruhan memang peningkatan itu ada,” kata Purbaja.
Ia menambahkan, keputusan penyesuaian harga tidak bisa diambil secara terburu-buru karena banyak faktor yang harus dipertimbangkan, mulai dari biaya komponen hingga kondisi pasar.
“Kalau kita cerita mengenai harga dan lain-lain, tentunya semuanya kita pikirin lah ya, harga komponen, terus juga karena memang komponen ini pun juga harganya dibasiskan USD, jadi itu juga tentunya kita pikirkan seperti apa,” lanjutnya.
Selain plastik, kenaikan biaya juga datang dari komponen utama lain seperti baterai.
Salah satu bahan pentingnya, yakni lithium carbonate, disebut mengalami lonjakan harga signifikan dalam beberapa waktu terakhir.
“Kalau kita mau melihat tren, sebenarnya enggak susah, salah satu yang menjadi komponen utama untuk baterai itu adalah lithium carbonate. Lithium carbonate itu harganya sejak tahun lalu itu kenaikannya sudah lumayan, berlipat-lipat juga,” ungkapnya.
Di tengah tekanan tersebut, ALVA memastikan lini produknya seperti ALVA ONE XP, ALVA CERVO, hingga ALVA N3 Next Gen masih dipasarkan dengan harga yang sama.
Langkah ini diambil untuk menjaga daya beli konsumen, meski di sisi lain perusahaan tetap harus mengelola kenaikan biaya produksi.
Dengan demikian, meskipun harga bahan baku seperti plastik dan baterai mengalami kenaikan, ALVA untuk saat ini memilih menahan harga jual produknya sambil mencermati dinamika pasar ke depan.
| Editor | : | Panji Nugraha |
KOMENTAR