GridOto.com - Program penerapan biodiesel B50 disebut membawa sejumlah manfaat bagi perokonomian.
Selain mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor solar, kebijakan ini juga punya potensi meningkatkan devisa negara serta menekan emisi gas rumah kaca.
Ekonom Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Hendry Cahyono, menjelaskan kalau penggunaan B50 akan mengoptimalkan pemanfaatan minyak kelapa sawit sebagai bahan baku utama.
Menurutnya, berkurangnya kebutuhan impor bahan bakar bisa memberikan dampak positif terhadap kinerja perdagangan nasional.
“Kalau yang disampaikan demikian, memang itu akan menurunkan angka impor. Salah satu dampaknya nanti juga bisa terhadap apresiasi nilai tukar rupiah,” ujar Hendry melansir WartaKota (19/6/2026).
Hendry menambahkan, penurunan impor energi berpotensi memperkuat neraca perdagangan karena devisa yang sebelumnya digunakan untuk membeli solar dari luar negeri dapat dihemat.
Kondisi tersebut juga diyakini dapat memberikan sentimen positif terhadap nilai tukar rupiah di tengah dinamika ekonomi global.
Baca Juga: BBM B50 Makin Dekat, Kendaraan Hingga Alat Berat Mulai Jalani Pengujian
Dengan perhitungan pemerintah yang bisa menghemat hingga Rp 150 triliun ketika memberlakukan B50 maka akan menahan hilangnya uang negara.
Namun, hal ini perlu diperhitungkan secara lengkap, mulai dari kebutuhan bahan baku, kapasitas industri biodiesel, serta skema pembiayaan.
| Editor | : | Naufal Nur Aziz Effendi |
KOMENTAR