Ketegangan di Timur Tengah Berpotensi Sebabkan Krisis BBM, EV Dinilai Jadi Opsi Menarik

Naufal Shafly - Senin, 6 April 2026 | 21:00 WIB

XPENG X7 'The Next P7' di IIMS 2026

GridOto.com – Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali memunculkan kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi global, termasuk potensi krisis bahan bakar minyak (BBM).

Menanggapi kondisi ini, VP Marketing Xpeng Indonesia, Hari Arifianto, menilai situasi saat ini masih sangat dinamis sehingga sulit untuk disimpulkan akan berujung pada krisis energi.

"Dalam kondisi energi sekarang saya belum bisa memberikan analisa terkait potensi menjadi krisis, hal ini terkait dengan situasi yang berlangsung saat ini sangat dinamis," buka Hari saat dihubungi GridOto.com, Senin (6/4/2026).

"Banyak indikator yang berubah setiap saat menjadikannya menjadi tidak relevan dalam waktu singkat," lanjutnya.

Meski demikian, ia menekankan pentingnya langkah antisipatif dari seluruh pihak untuk menghadapi berbagai kemungkinan yang terjadi ke depan.

“Yang bisa kita siapkan bersama lebih kepada antisipasi sebaik mungkin dari indikasi yang ada,” tambahnya.

Di tengah ketidakpastian tersebut, kendaraan listrik berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV) dinilai memiliki daya tarik tersendiri bagi konsumen.

Hari menyebut, salah satu keunggulan utama mobil listrik terletak pada biaya operasional dan kepemilikan yang lebih ekonomis dibanding kendaraan bermesin pembakaran internal (ICE) maupun hybrid.

“Salah satu keunggulan kendaraan listrik adalah dari sisi biaya operasional (cost of ownership) dan biaya kepemilikan kendaraan (harga beli) yang ekonomis. Hal ini terkait pada perangkat penggerak kendaraan yang lebih compact dibandingkan kendaraan ICE dan juga hybrid,” jelasnya.

Baca Juga: Sinyal Waspada BBM, Harga Bisa Meledak Kalau Minyak Tembus Angka Ini

YANG LAINNYA