Baca Juga: Gebrakan Dedi Mulyadi, Beri Diskon Pajak Kendaraan 10 Persen Selama Mudik Lebaran 2026
Jika tahun sebelumnya pendapatan hanya sekitar Rp 400 juta, pada tahun ini meningkat menjadi sekitar Rp 1,3 miliar.
Kenaikan ini menunjukkan adanya perubahan perilaku masyarakat dalam memanfaatkan momentum diskon untuk melunasi kewajiban pajak.
Dedi juga menyoroti masyarakat tetap produktif meskipun dalam suasana libur.
"Warga Jabar meuni istimewa sekali ini. Di saat lebaran masih bayar pajak kendaraan bermotor," ujarnya.
Keberhasilan program diskon pajak juga didukung oleh kemudahan akses melalui layanan digital.
Masyarakat dapat membayar pajak kendaraan tanpa harus datang langsung ke kantor Samsat.
Beberapa layanan yang dimanfaatkan antara lain:
- e-Samsat melalui aplikasi Sambara
- Signal (Samsat Digital Nasional).
Lebih lanjut, Dedi Mulyadi menegaskan peningkatan pendapatan dari pajak kendaraan akan digunakan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di Jawa Barat.
Fokus utama adalah perbaikan jalan, saluran air, dan penerangan.
Baca Juga: Jateng Bergejolak, Dedi Mulyadi Informasikan Tarif Pajak Kendaraan di Jawa Barat Begini
"Dan mulai minggu depan kita akan gaspol lagi untuk terus membangun jalan-jalan di seluruh Provinsi Jawa Barat, berdasarkan kemampuan keuangan yang kita miliki," tutur Dedi.
Ia menambahkan kualitas jalan yang semakin baik menjadi salah satu alasan masyarakat semakin sadar membayar pajak.
"Ini tandanya warga Jabar cinta banget sama jalan yang mulus," tutur KDM, sapaan akrabnya.
Menurutnya, perbaikan infrastruktur yang telah dilakukan mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
"Bahkan, ada yang nyebutnya hari ini seperti di Sirkuit Mandalika. Jauh lah kalau Sirkuit Mandalika kebagusan. Ya lumayan lah, minimal bisa dinikmati oleh para pengendara dengan baik," ujarnya.