Dedi Mulyadi Sumringah, Diskon Pajak Kendaraan Lebaran Gandakan Pendapatan 3 Kali Lipat

Irsyaad W - Jumat, 27 Maret 2026 | 12:30 WIB

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi

GridOto.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi sumringah dengan hasil dari kebijakan diskon pajak kendaraan 10 persen saat libur lebaran 2026.

Ternyata ampuh mendongkrak penerimaan pajak sampai 3 kali lipat dibanding periode sama tahun lalu.

Lonjakan ini terjadi karena tingginya partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan program keringanan pajak tersebut.

Warga memanfaatkan berbagai kanal pembayaran, termasuk layanan digital, untuk tetap memenuhi kewajiban mereka meskipun sedang dalam suasana libur Lebaran.

Dedi Mulyadi menjelaskan, kebijakan diskon 10 persen justru mendorong masyarakat untuk segera membayar pajak kendaraan bermotor.

Program ini dinilai efektif menarik minat wajib pajak yang sebelumnya menunda pembayaran.

"Wajib pajak kendaraan bermotor, yang selama libur Lebaran memanfaatkan fasilitas diskon 10 persen dan saya sampaikan, pendapatannya tiga kali lipat dibandingkan dengan tahun lalu," papar Dedi.

Ia menilai peningkatan ini tidak hanya disebabkan oleh insentif finansial, tetapi juga karena kesadaran masyarakat yang semakin tinggi terhadap kewajiban pajak.

"Tentunya ini karena kecintaan masyarakat Jawa Barat terhadap pembangunan di Jawa Barat," ucap Dedi.

Berdasarkan data yang disampaikan, penerimaan pajak kendaraan selama periode Lebaran tahun ini mengalami lonjakan signifikan.

Baca Juga: Gebrakan Dedi Mulyadi, Beri Diskon Pajak Kendaraan 10 Persen Selama Mudik Lebaran 2026

Jika tahun sebelumnya pendapatan hanya sekitar Rp 400 juta, pada tahun ini meningkat menjadi sekitar Rp 1,3 miliar.

Kenaikan ini menunjukkan adanya perubahan perilaku masyarakat dalam memanfaatkan momentum diskon untuk melunasi kewajiban pajak.

Dedi juga menyoroti masyarakat tetap produktif meskipun dalam suasana libur.

"Warga Jabar meuni istimewa sekali ini. Di saat lebaran masih bayar pajak kendaraan bermotor," ujarnya.

Keberhasilan program diskon pajak juga didukung oleh kemudahan akses melalui layanan digital.

Masyarakat dapat membayar pajak kendaraan tanpa harus datang langsung ke kantor Samsat.

Beberapa layanan yang dimanfaatkan antara lain:

- e-Samsat melalui aplikasi Sambara
- Signal (Samsat Digital Nasional).

Lebih lanjut, Dedi Mulyadi menegaskan peningkatan pendapatan dari pajak kendaraan akan digunakan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di Jawa Barat.

Fokus utama adalah perbaikan jalan, saluran air, dan penerangan.

Baca Juga: Jateng Bergejolak, Dedi Mulyadi Informasikan Tarif Pajak Kendaraan di Jawa Barat Begini

"Dan mulai minggu depan kita akan gaspol lagi untuk terus membangun jalan-jalan di seluruh Provinsi Jawa Barat, berdasarkan kemampuan keuangan yang kita miliki," tutur Dedi.

Ia menambahkan kualitas jalan yang semakin baik menjadi salah satu alasan masyarakat semakin sadar membayar pajak.

"Ini tandanya warga Jabar cinta banget sama jalan yang mulus," tutur KDM, sapaan akrabnya.

Menurutnya, perbaikan infrastruktur yang telah dilakukan mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

"Bahkan, ada yang nyebutnya hari ini seperti di Sirkuit Mandalika. Jauh lah kalau Sirkuit Mandalika kebagusan. Ya lumayan lah, minimal bisa dinikmati oleh para pengendara dengan baik," ujarnya.

YANG LAINNYA