Di lapangan masih banyak yang menyalakan hazard ketika kondis hujan deras atau berkabut, yang ironisnya justru sangat berbahaya.
Alasannya karena saat hazard menyala, fungsi lampu sein jadi mati.
Efeknya pengendara di belakang jadi tidak tahu jika Anda tiba-tiba ingin berbelok atau berpindah jalur.
Saat kondisi cuaca buruk, cukup nyalakan lampu utama atau lampu kabut fog lamp agar posisi Anda tetap terlihat.
Lantas kapan waktu yang tepat untuk mengaktifkan hazzard?
Masih menurut Iqbal, berikut adalah situasi yang tepat dalam penggunaan fitur lampu hazzard:
- Kendaraan mengalami malfungsi atau mogok di bahu jalan.
- Memberi peringatan darurat jika ada rintangan mendadak di depan, seperti kecelakaan atau longsor.
- Terjadi gangguan teknis seperti ban bocor yang mengharuskan segera menepi.
- Kendaraan terpaksa berjalan di luar jalur normal karena kondisi darurat.
"Setelah mengetahui hal-hal di atas, diharapkan pengemudi tidak lagi mengikuti kebiasaan lumrah namun salah dalam penggunaan lampu hazard di jalan raya," tutupnya.