Tak lama kemudian, terjadi adu mulut antara BST dan tiga debt collector yang hendak menarik satu unit mobil yang disebut menunggak cicilan kredit.
Menurut Andri, perdebatan terjadi karena korban mempertanyakan prosedur penarikan mobil yang dinilai tidak sesuai ketentuan.
Terlebih, BST sempat berjanji akan membayar cicilan mobil tersebut ke Mandiri Tunas Finance.
"Saudara Bastian ini sudah menelepon ke pihak finance bahwa tunggakan tersebut akan dibayar beberapa minggu kemudian," papar Andri.
Namun, hal tersebut tidak dihiraukan oleh para debt collector itu. Mereka justru mengaku membawa surat kuasa dari Mandiri Tunas Finance.
Baca Juga: Premanisme, Polisi Sebut Debt Collector Tarik Kendaraan di Jalan Serupa Aksi Begal
"Jadi prosesnya saja yang tidak dibenarkan dalam penarikan ini," imbuh dia.
Namun, korban tetap meminta kejelasan identitas para penagih tersebut.
Bahkan, korban meminta petugas keamanan perumahan untuk menahan kendaraan para debt collector di gerbang agar identitas mereka dapat diperiksa.
"Karena identitasnya belum jelas, korban meminta sekuriti untuk menyetop mobil debt collector itu di gerbang agar dimintai identitasnya," jelas Andri.