GridOto.com - Kasus pencurian motor yang terjadi belakangan ini di wilayah Jawa Barat mendapat atensi dari Gubernur Dedi Mulyadi.
Dedi menilai dengan logikanya, jika kejahatan kelas teri itu masih ada, artinya Gubernur di wilayah tersebut masih gagal.
Alasannya kasus maling motor bisa menjadi indikator bahwa persoalan ekonomi masyarakat di Jawa Barat belum sepenuhnya tertangani dengan baik.
Dedi menilai para pelaku pencurian roda dua mengambil risiko yang sangat besar demi keuntungan yang tidak seberapa, bahkan nyawa mereka menjadi taruhan akibat ancaman amuk massa.
"Pencuri roda dua hari ini berisiko tinggi. Kenapa? maling motorna dijual paling ge hargana sejuta tapi paeh (meninggal) digebugan," ucap Dedi saat memberikan sambutan dalam kegiatan di Mapolda Jabar, (18/2/26) menukil Kompas.com.
Bagi Dedi, maraknya aksi pencurian untuk memenuhi kebutuhan dasar menunjukkan kondisi ekonomi di tingkat bawah belum pulih.
Ia bahkan secara blak-blakan menyebut fenomena ini sebagai rapor merah bagi seorang pemimpin daerah.
Baca Juga: Pemilik Yamaha Vega Korban Maling Malah Jadi Tersangka, Dedi Mulyadi Turun Tangan
"Bagi saya kalau masih ada kejahatan kelas teri gubernurnya masih gagal. Kenapa? Masih ada rakyat yang mencuri untuk kebutuhan konsumsi. Artinya ekonomi belum baik. Bagi saya itu," ucap Dedi.
Dedi menceritakan pengalamannya membantu keluarga pelaku curanmor agar tidak semakin terpuruk secara sosial.