Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

BBM B50 Makin Dekat, Kendaraan Hingga Alat Berat Mulai Jalani Pengujian

Ferdian - Rabu, 27 Mei 2026 | 21:00 WIB
Solar atau Biodiesel B50 dari Kelapa Sawit
Dok. Kementerian ESDM
Solar atau Biodiesel B50 dari Kelapa Sawit

GridOto.com - Pemerintah terus mematangkan langkah menuju penerapan wajib biodiesel 50 persen (B50) yang direncanakan akan mulai berlaku pada 1 Juli 2026.

Sejumlah tahapan pengujian serta penyempurnaan kajian teknis masih dilakukan untuk memastikan penggunaan B50 bisa berjalan aman dan sesuai kebutuhan di berbagai sektor.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi menjelaskan bahwa penerapan B50 dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan hasil evaluasi teknis, kesiapan industri, serta penguatan ekosistem energi nasional agar implementasinya berjalan efektif dan berkelanjutan.

Menurutnya, program biodiesel memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan energi nasional melalui pemanfaatan sumber energi dalam negeri yang lebih besar, sekaligus mendukung proses transisi energi di Indonesia.

Saat ini, pengujian B50 dilakukan pada berbagai sektor mulai kendaraan otomotif, alat dan mesin pertanian, alat berat di sektor pertambangan, transportasi laut, pembangkit listrik, hingga perkeretaapian.

Langkah ini bertujuan memastikan spesifikasi bahan bakar sesuai dengan kebutuhan operasional di lapangan.

Pemerintah juga menegaskan bahwa pelaksanaan program biodiesel tidak hanya memperhatikan aspek teknis, tetapi juga faktor ekonomi dan keberlanjutan jangka panjang.

Baca Juga: Mandatori Biodiesel B50 Terbit, SPBU Akan Jual Solar Campur Sawit 50 Persen di Tahun Segini

Dukungan terhadap program tersebut dilakukan melalui skema insentif yang bersumber dari pengelolaan dana sawit sehingga tidak memberikan beban tambahan pada anggaran negara.

Melansir Kompas.com, Eniya menyebutkan program biodiesel selama ini telah memberikan dampak positif terhadap ketahanan energi sekaligus mendukung penguatan industri sawit nasional.

Pada pelaksanaan B40 sepanjang 2025, penyaluran biodiesel mencapai 14,94 juta kiloliter atau sekitar 95,67 persen dari total alokasi sebesar 15,61 juta kiloliter.

Program tersebut juga disebut menghasilkan penghematan devisa hingga Rp133,3 triliun, meningkatkan nilai tambah ekonomi sebesar Rp20,92 triliun, menyerap sekitar 1,88 juta tenaga kerja, serta berkontribusi mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 39,66 juta ton CO2.

Pemerintah menegaskan pengembangan biodiesel ke depan akan tetap mempertimbangkan keseimbangan antara kebutuhan energi nasional, keberlanjutan industri sawit, dan stabilitas ekonomi.

Koordinasi lintas sektor juga terus dilakukan agar implementasi program dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Editor : Hendra

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa