Kendaraan Sering Isi BBM Beda Produsen? Ternyata Begini Dampaknya

Harun Rasyid - Jumat, 31 Juli 2020 | 21:06 WIB

Ilustrasi beberapa jenis BBM di SPBU (Harun Rasyid - )

GridOto.com - Pilihan bahan bakar kendaraan khususnya bensin, di Indonesia kini banyak produsennya mulai dari Pertamina, Shell, Total, BP AKR dan Vivo.

Sebagai pemilik kendaraan, kadang kita dibuat penasaran dan ingin mencoba BBM dari masing-masing produsen.

Nah apakah sering isi BBM beda produsen memiliki pengaruh buruk terhadap mesin kendaraan?

Prof. Tri Yuswidjajanto selaku Ahli Konversi Energi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) mengatakan, sensasi berbeda yang dirasakan ketika menggunakan BBM beda produsen dipengaruhi banyak faktor.

Baca Juga: Hypercar Lamborghini Essenza SCV12 Diluncurkan, Kok Ada Logo Pertamina Fastron?

"Meski penggolongan RON umumnya dari setiap produsen sama. Misalnya RON 92 di Pertamina ada Pertamax dan Shell ada Super, tapi detailnya RON-nya bisa berbeda. Mungkin ada yang pas 92 dan ada yang 92,5, jadi ini yang menyebabkan efek pemakaiannya berbeda," ujar Tri saat dihubungi GridOto.com, Jumat (31/7/2020).

Selain RON, menurut Tri, zat aditif seperti deterjen dan oktan booster yang digunakan masing-masing produsen juga berbeda.

"Zat aditif pada BBM ada yang untuk mengatur RON seperti oktan booster, ada yang buat menjaga performa mesin seperti deterjen dan juga berfungsi untuk memelihara katup hisap seperti karburator dan injector supaya tidak menghasilkan deposit yang banyak," kata Tri.

"Nah zat aditif yang digunakan berbagai produsen ini berbeda-beda. Makanya kalau kendaraan pakai Pertamina dan Shell atau produsen lain rasanya berbeda," lanjutnya.

Baca Juga: Mantap! Pertamina MOR VII Salurkan Pertamax Turbo ke Kabupaten Sinjai, Optimis Diterima Baik oleh Masyarakat

Sementara efek dari pencampuran BBM beda produsen ini, tergantung dari kemampuan menerima bahan bakar di setiap kendaraan yang bervariasi.

"Isi BBM ini orang jarang yang sampai habis banget atau sampai kosong. Kalau BBM beda produsen ini tercampur jika mesinnya mampu menerima tidak masalah. Tapi jika tidak compatible justru malah menghasilkan kotoran yang banyak," jelas Tri.

GridOto.com
Ilustrasi SPBU Shell


Ia mengungkapkan, dampak lain dari pencampuran BBM beda produsen justru tidak membuat performa kendaraan makin baik.

"Jika BBM beda produsen ini tidak bisa bersinergi di ruang bakar akan membuat performa mesin menurun," sebutnya.

Baca Juga: Ini Kerugian Kalau Sering Campur BBM Oktan Tinggi dan Oktan Rendah

Karena itu, Tri menyarankan sebaiknya jangan sering gonta-ganti BBM beda produsen agar performa mesin terjaga.

"Saran saya sebaiknya jangan sering mencampur atau mengkonsumsi BBM beda produsen. Misalnya kalau sering pakai Pertamina ya pakai itu saja terus," tutupnya.