GridOto.com - Tren penggunaan mobil listrik di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan.
Seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi, biaya penggunaan harian atau Total Cost of Ownership (TCO) kini menjadi salah satu pertimbangan penting sebelum membeli kendaraan.
Merek asal Tiongkok, Changan Automobile yang berada di bawah naungan Indomobil Group, membeberkan hitung-hitungan biaya operasional dua model EV yang dipasarkan di Indonesia, yakni Changan Lumin dan Deepal S07.
Menurut data yang disampaikan perusahaan, biaya energi untuk mobil listrik dinilai lebih terkendali dibanding kendaraan berbahan bakar minyak, terutama jika pengisian daya dilakukan di rumah menggunakan tarif listrik non-subsidi.
“Banyak konsumen kini mempertimbangkan biaya penggunaan kendaraan secara menyeluruh, bukan hanya harga beli. Karena itu, kami ingin memberikan gambaran mengenai efisiensi penggunaan kendaraan listrik dalam mobilitas sehari-hari,” ujar Setiawan Surya, CEO Changan Indonesia, Senin (22/6/2026).
Untuk Changan Lumin, mobil listrik mungil ini dibekali baterai berkapasitas 28,08 kWh dengan jarak tempuh hingga 301 km berdasarkan pengujian NEDC.
Konsumsi energinya diklaim mencapai 9,3 kWh per 100 km atau setara 10,75 km/kWh.
Dengan asumsi tarif listrik rumah tangga non-subsidi sekitar Rp 1.700 per kWh, biaya energi Lumin berada di kisaran Rp 158 per kilometer.
Sementara jika mengisi daya di SPKLU dengan tarif sekitar Rp 2.475 per kWh, ongkosnya menjadi sekitar Rp 230 per kilometer.
Baca Juga: Fitur Lebih Unggul, Ini Alasan Changan Lumin Jadi Best Light EV OTOMOTIF Award 2026
Artinya, pengisian penuh baterai Changan Lumin membutuhkan biaya sekitar Rp 48 ribu menggunakan home charging, atau sekitar Rp 70 ribu melalui fasilitas fast charging di SPKLU.
| Editor | : | Hendra |
KOMENTAR