Awalnya ia mengira kaca tersebut belum tertutup rapat.
"Saya sempat tanya ke adik saya, karena dia yang terakhir mengunci mobil. Dia bilang sudah ditutup. Pas saya dekati, ternyata kacanya sudah pecah," ujarnya.
Setelah memastikan kondisi mobil, MN langsung memeriksa barang-barang di dalam kabin.
Ternyata satu tas ransel yang berada di bangku baris kedua sisi kanan sudah hilang.
Di dalam tas tersebut terdapat sebuah laptop beserta sejumlah dokumen pekerjaan dan dokumen pribadi.
"Satu tas ransel yang berisi laptop dan berkas-berkas penting sudah enggak ada. Handphone, dompet, dan uang aman karena kami bawa," terangnya.
MN mengatakan, tas tersebut memang diletakkan di bangku baris kedua dekat kaca yang dipecahkan pelaku.
Meski kaca mobil menggunakan film standar bawaan pabrikan dengan tingkat kegelapan sekitar 60 persen, barang di dalam kabin diduga masih bisa terlihat dari luar.
| Editor | : | Panji Nugraha |
KOMENTAR