Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Pikap Muat Telur 1,3 Ton Terguling di Purbalingga, Sopir Terjebak Tapi Warga Sibuk Menjarah

Ferdian - Rabu, 1 Juli 2026 | 19:30 WIB
Pikap muat telur kecelakaan berakhir dijarah warga, pemilik cuma bisa pasrah
Istimewa/Tribunjateng
Pikap muat telur kecelakaan berakhir dijarah warga, pemilik cuma bisa pasrah

Arif mengungkapkan, dia tidak berharap banyak atas kerugian yang dialami, harapannya warga yang masih memiliki hati nurani agar mengembalikan telurnya.

Dia pun sangat berterimakasih telah ditolong oleh warga saat mengalami kecelakaan.

Dia mengaku tidak ingin berkonflik dengan warga di daerah tersebut karena setiap hari pasti melintasi lokasi.

"Tidak apa-apa ambil satu atau dua kilogram. Tapi tolong yang membawa sampai satu dua peti agar dikembalikan, saya juga hanya masyarakat yang sedang usaha," katanya.

Kepala Dusun Limbangan, Raji mengatakan, dirinya kemarin dimintai tolong oleh pemilik pikup yang terguling di dekat tanjakan Jembatan Kali Kacangan.

Ia lalu mendatangi satu per satu rumah warga di dusunnya, menyampaikan agar yang mengambil telur dikembalikan.

Saat ini telur yang terkumpul kira-kira baru tiga peti atau sekira 30 kilogram.

"Saya sendiri saat kejadian tidak ada di lokasi. Tapi ini saya membantu agar telur-telur itu dapat terkumpul," katanya (1/7/2026).

Baca Juga: 11 Ton Solar Subsidi Terselamatkan, Sopir dan Kernet Tiga Truk dan Satu Mobil Pikap Dijambak Polisi

Raji mengatakan, saat terjadi kecelakaan, masyarakat yang mengambil telur tersebut tidak semua adalah warganya.

Warganya hanya sedikit, dia bisa mengenali dari video yang direkam pemilik pikup tersebut.

"Saya melihat dari video yang beredar. Mereka yang bawa telur dengan petinya, itu bukan warga saya, pengendara yang sedang lewat," ungkapnya.

Raji mengatakan, tidak benar jika saat kecelakaan warganya tidak menolong pemilik pikup tersebut.

Karena yang menolong dan mengeluarkan si pemilik pikup dan karyawannya dari dalam mobil adalah tetangga depan rumahnya.

Sedangkan warga yang ditemuinya justru menyalahkannya karena tidak melarang saat di TKP.

"Kata pemuda di sana, jenengan kalau kecelakaan harusnya bilang ke warga, jangan diambil, dikumpulkan saja. Pasti warga nurut," ujarnya.

Editor : Dida Argadea

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa