Saat di naik ke atas pikap, dia menyaksikan telur-telurnya sudah diambil semua.
Tidak hanya satu dua kilogram, bahkan ada yang membawa satu peti.
"Saat itu saya gak bisa ngomong apa-apa karena masih shock habis kecelakaan. Saya pikir mereka hanya mau mewadahi lalu dipinggirkan.
Tapi yang terjadi malah ada yang bilang, alhamdulillah panen telur dan sebagainya," ungkapnya.
Arif menyayangkan, tidak ada warga yang mengingatkan atau melarang agar telur-telurnya tidak diambil.
Justru saat keesokan harinya dia datang ke TKP, kepala dusun mendapatkan pengakuan dari warga telur-telur tersebut diikhlaskan oleh pemiliknya.
Sedangkan warga yang ditemuinya justru menyalahkannya karena tidak melarang saat di TKP.
"Kata pemuda di sana, jenengan kalau kecelakaan harusnya bilang ke warga, jangan diambil, dikumpulkan saja. Pasti warga nurut," ujarnya.
Baca Juga: Teror Pungli di Thamrin City Viral, Sopir Pikap Melawan Saat Dipaksa Bayar
Arif menjelaskan, telur yang sedang diangkutnya ada sebanyak 133 peti atau sekira 1,33 ton dengan nilai Rp 26 juta.
| Editor | : | Dida Argadea |
KOMENTAR