"Kita harus konversi untuk mengurang impor. Kalau B50 bisa kita memenuhi kebutuhan kenapa bensin tidak," kata Bahlil dilansir dari laman Antara, (25/6/26).
Baca Juga: Bahlil Janji Murah, Segini Harga BBM Baru Yang Resmi Dijual Mulai 1 Juli 2026
Kebutuhan bensin secar nasional masih mencapai 40 juta kilo liter sedangkan untuk produksi di dalam negeri mencapai 20 juta kilo liter.
Sehingga masih ada 20 juta kilo liter yang harus diimpor.
"Dari 20 juta kilo liter bensin dan nanti kita terapkan E20, berarti tinggal 16 juta. Tinggal kita dorong bagaimana bisa meningkatkan lifting untuk menghasilkan bensin," ujarnya.
Ia mengatakan pemangkasan ini agar tidak menambah beban negara.
Jika B50 diluncurkan tahun ini, bioetanol E20 baru akan diluncurkan sekitar tahun 2028-2029.
E20 adalah bahan bakar dengan kandungan 80 persen bensin murni dicampur dengan 20 persen bioetanol.
Bahlil mengatakan sudah banyak negara berhasil memangkas anggaran untuk impor bensin dengan bioetanol.
"Amerika, Brasil dan beberapa negara lain sudah menerapkan. Tujuannya apa? Agar kita bisa mengurangi impor supaya devisa kita itu tidak keluar," ungkapnya.
Selain penggunaan B50 dan rencana E20, pemerintah juga terus meningkatkan produksi minyak mentah atau lifting dalam negeri, agar dapat mengurangi impor.
"Ada tiga pendekatan yang akan kita lakukan untuk meningkatkan lifting minyak," kata Bahlil.
Baca Juga: Bahlil Buka Suara, Ungkap Alasan Pemerintah Menaikan Harga Pertamax Secara Tajam
Misalnya penggunaan teknologi kemudian Plan of Development (PoD) yang sudah mangkrak akan dihidupkan kembali.
Termasuk rencana eksplorasi juga dilakukan kembali, agar cadangan minyak mentah dapat bertambah.
"Mau tidak mau kita melakukan eksplorasi. Kita punya sekitar 120 potensi sumur yang sekarang sudah melakukan tender eksplorasi," katanya menambahkan.
| Editor | : | Naufal Nur Aziz Effendi |
KOMENTAR