GridOto.com - Kasus laka antara pemilik BMW i5 nopol B 77 NRI dan motor pengendara ojek online (ojol) di depan Universitas Mercu Buana, Kembangan, Jakarta Barat, berakhir damai.
Albert Satryo Wibowo atau ASW (26) dan Sutiyo atau S (53) sepakat berdamai meski BMW i5 terlanjur remuk digebuki massa beringas.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Metro Jakarta Barat, AKP Joko Siswanto membenarkan permasalahan tersebut telah ditutup setelah kedua belah pihak sepakat menempuh jalur kekeluargaan.
"Sudah selesai kekeluargaan, kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan masalah secara damai, itu kan musibah," kata Joko saat dihubungi melalui telepon, (23/6/26) mengutip Kompas.com.
Joko menjelaskan, proses mediasi antara pengemudi BMW dan korban ojol difasilitasi oleh kepolisian.
Pertemuan tersebut dilakukan di Kantor Unit Laka Lantas Satlantas Polres Metro Jakarta Barat, (22/6/26) malam dengan pihak korban diwakili oleh anaknya.
"Mediasinya di Kantor Laka Jakarta Barat, Daan Mogot. Pihak korban diwakili oleh anaknya, anak kandungnya, Alhamdulillah terselesaikan," ujar Joko.
Dalam penyelesaian kasus ini, Joko menyebut kepolisian mengedepankan prinsip restorative justice.
Joko menegaskan, kepolisian hanya bertindak sebagai fasilitator dan tidak mencampuri kesepakatan apa pun yang dibuat di antara kedua belah pihak, termasuk mekanisme ganti rugi dan bagaimana kesepakatan tersebut dibuat.
"Intinya begini, dalam hal mediasi, kami memfasilitasi tempat di kantor untuk kedua belah pihak musyawarah untuk mufakat. Dalam hal mediasi tersebut, apa yang diminta, apa yang disepakati, kami tidak tahu," tutur Joko.
Baca Juga: BMW i5 Adu Banteng dengan Honda Supra di Depan Mercu Buana, Ini Kronologinya
"Intinya sudah selesai secara kekeluargaan, kami bantu memfasilitasi saja tempat di kantor," sambungnya.
Terkait hasil pemeriksaan pengemudi BMW, Joko menyebut pengemudi melakukan kelalaian saat menyalip yang berujung pada kecelakaan.
Namun, Joko menegaskan insiden tersebut murni musibah kecelakaan tanpa niat jahat untuk menabrak korban.
Adapun pengemudi BMW tersebut awalnya melarikan diri bukan karena enggan bertanggung jawab, melainkan merasa takut akan dihakimi massa.
"Terkait kecelakaan itu tidak ada mens rea-nya (niat jahat), tidak ada motif. Itu musibah. Kami kedepankan kedua belah pihak untuk musyawarah," ujar Joko.
Selain itu, Joko juga menyebut pengendara ojol yang sempat terpental dari motornya hanya mengalami luka ringan, meski sempat syok.
Ia memastikan pengendara ojol tersebut tidak sampai menjalani rawat inap di rumah sakit dan bisa langsung pulang ke rumahnya.
"Kondisi ojolnya luka ringan kemarin. Luka ringan saja kok itu ya, lecet-lecet. Enggak (dirawat inap). Langsung balik, langsung pulang. Bisa cek saja ke RSUD Kembangan, langsung pulang kok itu," tutur Joko.
Sebelumnya diberitakan, sebuah mobil listrik BMW i5 menjadi sasaran amukan pengendara di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, usai diduga melakukan tabrak lar, (22/6/26) pagi.
Dalam video yang diunggah akun Instagram @warga.jakbar, sedan listrik mewah berwarna hitam tersebut dilempari batu dan dipukul bagian kaca serta bodinya oleh sejumlah warga.
Baca Juga: BMW i5 Bonyok Jadi Sasaran Lempar Batu Warga, Efek Sopir Panik Perkara Ini
Peristiwa itu terjadi di kawasan pinggir tol Kebon Jeruk atau Jalan Perjuangan arah menuju Jalan Arjuna Selatan.
Meski diamuk warga, BMW i5 berpelat nomor B 77 NRI itu tetap melaju dengan kondisi kaca mobil bagian belakang pecah dan kaca bagian kanan kirinya retak.
Namun, mobil listrik tersebut juga hanya bisa melaju dengan kecepatan rendah karena ban depan yang tersangkut sebuah cone pembatas jalan.
Dalam narasi unggahan media sosial, pengemudi mobil mewah itu diduga melakukan tabrak lari terhadap seorang pemotor di kawasan Meruya Selatan, lalu dikejar hingga ke kawasan Kebon Jeruk.
Setelahnya, mobil pun akhirnya berhenti dan menepi tepat di area sebelum gerbang masuk Tol Kebon Jeruk.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Metro Jakarta Barat, AKP Joko Siswanto membenarkan adanya peristiwa mobil yang diamuk massa tersebut pada sekitar pukul 08.15 WIB.
Menurut Joko, BMW i5 yang dikemudikan seorang pria berinisial ASW (26) itu awalnya menabrak pemotor yang berinisial S (53) di depan kampus Universitas Mercu Buana, Kembangan, Jakarta Barat.
"Kendaraan listrik sedan yang dikendarai ASW mulanya melintas di Jalan Meruya Selatan, kemudian menabrak motor Honda Supra B 6242 VDR saat di depan Universitas Mercu Buana," papar Joko dalam keterangan tertulisnya, Senin.
Akibat kecelakaan itu, motor korban ringsek dan mobil pelaku mengalami banyak kerusakan di bagian bodi dan kaca pecah akibat amukan massa.
| Editor | : | Hendra |
KOMENTAR