GridOto.com - Kecelakaan yang melibatkan jip wisata Bromo baru-baru ini jadi alaram keras bagi dunia pariwisata.
Diketahui insiden ini terjadi di jalur turunan ekstrem leter S, Desa Wonokitri, Gunung Bromo, Pasuruan, Jumat (29/5/2026).
Dalam insiden maut ini mengakibatkan dua orang meninggal dunia.
Kedua korban dilaporkan terlempar keluar dari kabin setelah jip kehilangan kendali dan menabrak tebing.
Menanggapi kejadian ini, Sony Susmana, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), menegaskan bahwa pembenahan menyeluruh terhadap ekosistem jip wisata di kawasan alam ekstrem sudah tidak bisa ditunda-tunda lagi.
"Menurut saya, pengemudi-pengemudi di objek wisata sudah harus disertifikasi lagi dan kondisi kelengkapan safety kendaraannya harus dicek ulang," ujar Sony menukil Kompas.com, Sabtu (30/5/2026).
Sony menjelaskan, kelalaian dalam pengawasan aspek keselamatan ini taruhannya sangat besar.
Bukan cuma soal nyawa, tapi juga menyangkut reputasi destinasi wisata nasional itu sendiri.
Baca Juga: Tak Ada Kompromi, Polisi Larang Tiga Sopir Jip Wisata Gunung Bromo Beroperasi Karena Ini
"Karena dampaknya besar jika terjadi kecelakaan. Nama baik wisata tersebut bisa rusak dan mempengaruhi nilai kepercayaan turis untuk datang lagi. Terutama objek-objek wisata yang alamnya sedikit ekstrem," katanya.
| Editor | : | Naufal Nur Aziz Effendi |
KOMENTAR