Setelah berputar balik, saking kehati-hatian driver, menurutnya jauh sebelum berbelok ke puskesmas yang berada di kanan jalan, driver mobil kemudian menyalakan lampu sein kanan.
"Saking hati-hatinya, saat balik menuju ke puskesmas itu dari jauh sudah menyalakan sein dan mengarah agak ke kanan," paparnya.
Teguh menyebut saat itu di belakang mobil itu kebetulan melaju sebuah bus sehingga driver sempat panik.
Menurutnya, driver memang sengaja berjalan agak ke kanan dengan maksud memberi jalan bus agar mendahului dari sebelah kiri karena mobil akan berbelok ke kanan.
"Itu maksudnya memberi jalan karena kan mau belok ke kanan, agar bus mendahului dari kiri tapi ternyata malah direkam. Memang sein nya cukup jauh dari tujuan untuk antisipasi karena jalur ramai, masih pagi," kata Teguh.
Ia membantah soal isu yang beredar bahwa driver sedang mabuk, kelelahan ataupun berkendara sambil menggunakan handphone.
"Mboten (soal isu di medsos). Saat itu ada tugas ke Puskesmas Baturetno II. Drivernya juga bingung kok tidak mau nyalip busnya. Kami sudah ke kanan banget malah tidak mendahului busnya dan ternyata kerekam itu," pungkas Teguh.
| Editor | : | Panji Nugraha |
KOMENTAR