Secara pengecekan ada beberapa hal yang berbeda antara mobil listrik dan konvensional. Dengan menggunakan jasa pihak yang lebih paham akan meminimalisir dampak kerugian.
"Ya sebaiknya kalau membeli di perorangan gunakan jasa inspeksi saja. Kisaran biayanya antara Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu," jelas Agustinus, owner Focus Motor.
Agus mengatakan membeli mobil itu pilihan jangka menengah dan panjang, sehingga mendapatkan mobil yang layak pakai sangat penting.
Ia mengatakan pada mobil listrik ada faktor risiko seperti kondisi baterai dan komponen listrik. Sehingga menurutnya, kadang awam tidak bisa mendeteksi kondisi yang ada di dalamnya.
Menurut Agus, pada kendaraan listrik fokus pemeriksaan umumnya menitikberatkan pada kondisi baterai, sistem pendingin, dan koneksi kelistrikan bertegangan tinggi.
"Terutama kesehatan baterai, kondisinya harus di atas 80 persen," jelasnya.
Jika tidak ingin menggunakan jasa inspeksi, maka membeli di showroom bergaransi bisa jadi alternatif.
Menurut Agus, di Focus Motor konsumen bisa mendapatkan unit yang layak pakai dan bergaransi. "Pembeli di sini ada garansi selama 5 tahun untuk baterainya," jelas Agus.
Baca Juga: Nggak Nyangka Segini Depresiasi Mobil Listrik Bekas Denza D9
Dihantui Resale Value
Salah satu yang menjadi kendala buat mobil listrik adalah kekhawatiran resale value. Yang namanya mobil bekas, sudah pasti akan terjadi depresiasi alias harga bakal turun.
“Namun sebagian masih beranggapan turunnya lebih tinggi bagi mobil listrik,” ungkap Maulana pemilik showroom mobil bekas Kusuma Motor di Tangerang, Banten.
Maulana menyatakan ada banyak faktor yang membuat harga bekas mobil listrik itu turun tajam.
"Ketakutan konsumen soal kondisi masa pakai baterai dan garansinya. Kan harga baterai EV setengah harga mobil itu sendiri," paparnya.
Selain itu, menurutnya mobil listrik mirip dengan smartphone. Tiap waktu ada model yang baru.
“Tiap bulan ada saja produk baru. Fitur dan harganya juga kompetitif,” bilangnya.
Hal lain dicermati pedagang adalah fluktuasi harga baru mobil listrik.
"APM mobil listrik juga nurunin harga tiba-tiba, misal Air EV dulunya sempat di angka Rp 300 juta, tiba-tiba muncul tipe Lite, dengan harga di bawah Rp 200 jutaan, Ini tentu mempengaruhi harga jual mobil bekasnya," ucap Maulana.
Meski demikian, masih ada mobil listrik bekas yang harganya tetap terjaga.
Baca Juga: Depresiasi Mobil Listrik Bekas, Bisa Turun Segini di Tahun Pertama
"Hyundai Ioniq 5 itu yang bertahan harganya di angka Rp 500 juta,” tutupnya.
Daftar Harga Mobil Listrik Bekas
Dirangkum dari beberapa showroom, berikut ini daftar harga mobil listrik.
- Wuling Air EV (2022-2024): Rp 70 juta – Rp 155 jutaan
- Wuling Binguo EV (2024): Rp 177 juta – Rp 210 jutaan
- DFSK Seres E1 (2023-2024): Rp 142 jutaan
- VinFast VF3: Rp 180 jutaan
- Hyundai Ioniq Electric (2020-2022): Rp 420 jutaan
- Hyundai Ioniq 5 (2023-2024): Rp 400 juta – Rp 590 jutaan
- Nissan Leaf (2021-2023): Rp 295 juta – Rp 550 jutaan
- NETA V (2024): Rp 230 jutaan
- BYD Atto 3: Rp 500 juta – Rp 600 jutaan
- BYD Sealion 7: Rp 600 jutaan
- Denza D9: Rp 800 juta – Rp 1,05 miliar
- BMW i4 / iX / i5: Rp 900 juta – Rp 1,2 miliar
Artikel ini telah tayang di Tabloid OTOMOTIF Edisi 45-XXXV 19 Maret 2026
| Editor | : | Naufal Nur Aziz Effendi |
KOMENTAR