GridOto.com - Nilai jual kembali atau resale value mobil listrik bekas di Indonesia masih terbilang cukup menantang.
Dibandingkan mobil konvensional, depresiasi kendaraan listrik dinilai masih jauh lebih besar, terutama pada tahun pertama pemakaian.
Presiden Direktur PT Balai Lelang Serasi (IBID), Daddy Doxa Manurung, mengatakan penurunan harga mobil listrik bekas di pasar lelang bisa mencapai 35–45 persen pada tahun pertama.
“Secara umum, nilai jual kembali mobil listrik bekas masih mengalami penurunan yang relatif cukup tinggi dibandingkan mobil konvensional,” ujar Daddy kepada GridOto.com belum lama ini.
Ia menjelaskan, salah satu penyebabnya adalah perkembangan teknologi kendaraan listrik yang sangat cepat.
Kondisi ini membuat model lama lebih cepat tertinggal dibanding kendaraan bermesin konvensional.
“Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti perkembangan teknologi kendaraan listrik yang cepat,” jelasnya.
Di pasar lelang PT Balai Lelang Serasi (IBID), mobil listrik yang dilelang umumnya berasal dari unit operasional perusahaan maupun kendaraan fleet yang masa pakainya telah berakhir.
Adapun beberapa model mobil listrik bekas yang cukup diminati di balai lelang antara lain Wuling Air EV, Toyota bZ4X, serta Hyundai Ioniq 5.
Baca Juga: Pasar Mobil Listrik Bekas Mulai Ramai, Tapi Konsumen Paling Khawatir Soal Ini