Baca berita tanpa iklan. Gabung Gridoto.com+

Bukan Angka Biasa, Nomor Lambung di Pintu Bus ALS Ternyata Kode Rahasia Keluarga

Irsyaad W - Sabtu, 9 Mei 2026 | 17:30 WIB
Dalam lingkaran merah nomor lambung di pintu bus ALS sebagai kode rahasia keluarga atau identitas kepemilikan
Janlika Putri/Kompas.com
Dalam lingkaran merah nomor lambung di pintu bus ALS sebagai kode rahasia keluarga atau identitas kepemilikan

GridOto.com - Setiap armada bus PO Antar Lintas Sumatera (ALS) pasti dilengkai nomor lambung yang berada di bagian pintu depan dan belakang.

Kini terungkap, ternyata itu bukanlah angka biasa, melainkan kode rahasia keluarga sebagai identitas kepemilikan.

Sejarahnya, PO ALS merupakan perusahaan yang terdiri dari banyak pemilik yang masih berada dalam satu ikatan keluarga besar.

Adanya nomor pintu berfungsi sebagai penanda unit tersebut milik siapa di dalam manajemen keluarga tersebut.

Namun, seiring berjalannya waktu dan bertambahnya jumlah armada, sistem penomoran ini mulai acak atau random.

Sewan Delrizal Lubis, generasi ketiga dari salah satu pemilik armada PO ALS menjelaskan, penomoran pintu saat ini sudah sangat berkembang mengikuti jumlah unit yang terus bertambah.

"Masih ada (nomor pintu), tapi ya sudah random juga kalau soal nomor pintu. Karena unitnya kan pada tambah, kalau dulu masih sedikit jadi nomor pintu jadi tanda kepemilikan," ucap Sewan, (8/5/26) melansir Kompas.com.

Baca Juga: Sejarah Bus ALS yang Terbelah dan Renggut 12 Nyawa di Padang, Didirikan 7 Saudagar

Nomor lambung di pintu bus ALS merupakan kode rahasia kepemilikan keluarga
IG/@adiputro_official
Nomor lambung di pintu bus ALS merupakan kode rahasia kepemilikan keluarga

Sewan menjelaskan, pada awalnya satu keluarga mungkin hanya memegang satu nomor ujung tertentu.

Misal, angka ujung 9 digunakan untuk keluarga Nursewan, mencakup nomor 19, 119, hingga 219.

Namun, karena bisnis diteruskan oleh anak dan cucu, serta adanya penambahan trayek sejak awal berdiri, variasi nomor pun semakin beragam.

"Sekarang sudah makin tambah-tambah ya, sudah banyak, random saja. Pemiliknya banyak, enggak mungkin dia pakai nomor itu-itu saja. Trayek juga kan banyak tambah sejak awal berdiri, makanya penomoran ya sudah macam-macam," papar Sewan.

Lebih lanjut, keluarga Sewan kini tidak hanya memegang nomor dengan ujung 9, tetapi juga memiliki unit dengan nomor pintu ujung 20, 63 dan 86.

Cara membacanya tetap sama, angka di depan merupakan nomor urut unit untuk membedakan satu bus dengan bus lainnya, sementara satu atau dua angka di ujung merupakan kode identitas sang pemilik.

Meskipun terlihat acak bagi orang awam, bagi internal keluarga besar PO ALS, nomor-nomor ini tetap menjadi identitas.

Editor : Dida Argadea

Sobat bisa berlangganan Tabloid OTOMOTIF lewat www.gridstore.id.

Atau versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di : ebooks.gramedia.com, myedisi.com atau majalah.id



KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

loading
SELANJUTNYA INDEX BERITA
Close Ads X
yt-1 in left right search line play fb gp tw wa