Misal, angka ujung 9 digunakan untuk keluarga Nursewan, mencakup nomor 19, 119, hingga 219.
Namun, karena bisnis diteruskan oleh anak dan cucu, serta adanya penambahan trayek sejak awal berdiri, variasi nomor pun semakin beragam.
"Sekarang sudah makin tambah-tambah ya, sudah banyak, random saja. Pemiliknya banyak, enggak mungkin dia pakai nomor itu-itu saja. Trayek juga kan banyak tambah sejak awal berdiri, makanya penomoran ya sudah macam-macam," papar Sewan.
Lebih lanjut, keluarga Sewan kini tidak hanya memegang nomor dengan ujung 9, tetapi juga memiliki unit dengan nomor pintu ujung 20, 63 dan 86.
Cara membacanya tetap sama, angka di depan merupakan nomor urut unit untuk membedakan satu bus dengan bus lainnya, sementara satu atau dua angka di ujung merupakan kode identitas sang pemilik.
Meskipun terlihat acak bagi orang awam, bagi internal keluarga besar PO ALS, nomor-nomor ini tetap menjadi identitas.
| Editor | : | Dida Argadea |
KOMENTAR