GridOto.com - Penjualan mobil listrik murni atau battery electric vehicle (BEV) di Indonesia pada Maret 2026 mengalami koreksi setelah sempat mencatat puncak penjualan pada Februari lalu.
Berdasarkan data wholesales GAIKINDO, distribusi mobil listrik dari pabrik ke dealer pada Maret 2026 tercatat sebanyak 10.572 unit.
Angka tersebut turun 1.742 unit atau sekitar 14,1 persen dibanding Februari 2026 yang mencapai 12.314 unit, sekaligus menjadi bulan dengan penjualan tertinggi sepanjang kuartal pertama tahun ini.
Meski turun dibanding bulan sebelumnya, capaian Maret masih sedikit lebih tinggi dibanding Januari 2026 yang membukukan wholesales 10.264 unit.
Artinya, permintaan mobil listrik murni di pasar domestik tetap terjaga di atas level 10 ribu unit per bulan.
Di tengah pelemahan pasar, Jaecoo berhasil menyalip BYD dan menjadi merek mobil listrik terlaris pada Maret 2026.
Jaecoo mencatat wholesales sebanyak 2.959 unit, unggul tipis 18 unit dari BYD yang membukukan 2.941 unit pada periode yang sama.
Sementara itu, Geely Auto menempati posisi ketiga dengan penjualan 1.133 unit.
Pendatang baru asal Tiongkok tersebut terus menunjukkan tren positif setelah pada Februari mencatatkan distribusi 1.111 unit.
Baca Juga: Begini Perbandingan Pasar BEV dan PHEV di Indonesia, Mana Lebih Laris?
Wuling Motors Indonesia berada di posisi berikutnya dengan wholesales 607 unit, sedangkan GAC Aion Indonesia mencatat penjualan 603 unit.
Hasil ini menunjukkan persaingan di pasar mobil listrik nasional semakin ketat.
Setelah mendominasi sepanjang awal tahun, BYD akhirnya harus mengakui keunggulan Jaecoo yang sukses menjadi pemimpin pasar BEV pada Maret 2026.
| Editor | : | Panji Nugraha |
KOMENTAR