"Melainkan harga terakhir yang berdasarkan kebijakan dan kordinasi pemerintah dengan Pertamina. Maka per 1 April, harga Pertamax tersebut tidak dilakukan penyesuaian harga dan masih tetap menggunakan harga Rp 12.300 per liter," ujar Roberth, saat dihubungi, (7/5/26) melansir Kompas.com.
Roberth menambahkan, istilah gampang yang bisa disubsidi pakainya.
Sebab, Pertamax adalah BBM non-subsidi.
"Tepatnya adalah selisih antara harga keekonomian atau harga pasar versus harga jual di SPBU ditanggung sementara oleh pemerintah," kata Roberth.
"Hal ini untuk tetap menjaga daya beli dan tetap berputarnya roda ekonomi masyarakat," ujarnya.
Namun, Roberth tidak menjawab ketika ditanya berapa harga asli dari Pertamax.
Dia hanya menyebutkan jenis BBM Pertamina lainnya memiliki selisih harga yang tidak jauh berbeda.
"Yang pasti (harga Pertamax) di atas itu. Logikanya begini, Pertamax, Pertamax Green, Pertamax Turbo, itu kan RON 92, 95, 98, yaa tipis-tipis lah beda harganya," katanya.
| Editor | : | Panji Nugraha |
KOMENTAR